
KKP bangun pabrik es untuk nelayan Bantul

Bantul (ANTARA Jogja) - Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun pabrik es di kawasan pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk membantu nelayan setempat dalam mendinginkan ikan agar lebih awet.
"Pembangunan pabrik es saat ini masih dalam proses, kemungkinan tahun depan sudah bisa beroperasi, ini merupakan program pusat dalam mendukung rantai dingin hasil perikanan," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Imam Subadiarsa, Kamis.
Menurut dia, pabrik es yang pembangunannya sudah dilakukan sejak September 2012 ini berdiri di atas lahan seluas kurang 400 meter persegi diperkirakan saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen, sehingga tahun depan siap beroperasi.
"Di Bantul termasuk wilayah yang memiliki sejumlah pantai dan nelayan yang banyak, saya memandang ini yang menjadi pertimbangan pembangunan pabrik es, karena hasilnya yang berupa balok es sangat dibutuhkan nelayan," katanya.
Ia mengatakan, apalagi di Pantai Depok juga sudah terdapat warung -warung kuliner untuk wisatawan, sehingga bagaimanapun juga hasil perikanan jangan sampai membusuk yang bisa mengakibatkan komplain bagi konsumen.
Menurut dia, pabrik es dengan kapasitas hingga 10 ton per hari ini nantinya akan diserahkan ke kelompok nelayan dan dikelola melalui Koperasi Mina Bahari di Pantai Depok, dan balokan es yang dihasilkan bisa dijual untuk nelayan maupun pedagang ikan.
"Di Bantul ada sekitar 600 nelayan, dengan kapasitas 10 ton per hari itu saya kira lebih dari cukup, bahkan nantinya jika masih tersisa, maka bisa dijual ke luar Bantul," katanya.
Ia berharap dengan adanya pabrik es di Bantul juga dapat memberikan dorongan kepada nelayan untuk lebih meningkatkan tangkapan ikan, dan mendapat kemudahan dalam memperoleh balokan es yang selama ini masih menjadi kendala.
"Ini juga sebagai program pemerintah dalam upaya memberdayakan masyarakat pesisir, karena ini nantinya juga akan berdampak positif bagi perekonomian setempat," katanya.
(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
