Pemerintah siapkan 25 juta vaksin itik

id vaksin

Pemerintah siapkan 25 juta vaksin itik

Menteri Pertanian Suswono (antaranews.com)

Pekalongan (ANTARA Jogja) - Pemerintah berencana menyiapkan 25 juta vaksin avian influensa (AI) yang menyerang itik untuk memutus siklus penyebaran virus AI sub-tipe H5N1 clade 2321 di Indonesia.

"Populasi itik ada sekitar 50 juta, nanti secara bertahap  disediakan vaksin sampai 25 juta, karena ada beberapa daerah yang terisolir dari serangan virus itu," kata Menteri Pertanian Suswono usai berdialog dengan kelompok tani di Desa Kebon Agung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu sore.

Ia menjelaskan, vaksin akan mulai diproduksi awal Februari 2013 untuk tahap pertama sekitar satu sampai dua juta vaksin. "Segera akan disebar di daerah-daerah endemis," katanya.

Ia menegaskan, serangan virus H5N1 kali ini belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa karena situasi sudah semakin terkendali, apalagi vaksinya sudah ditemukan dan bisa segera diproduksi secara massal.

"Selain itu, jumlah kematian itik masih di bawah 200.000 ekor dan sampai saat ini tidak ada penularan ke manusia," katanya.

Langkah lain yang akan dilakukan Pemerintah, menurut Mentan yaitu memberikan kompensasi bagi peternak yang itiknya terkena depopulasi karena sudah terinfeksi virus, serta melakukan pengetatan migrasi itik.

"Kita baru mengusulkan anggaran depopulasi itik sebesar Rp215 miliar, namun belum ditentukan berapa kompensasi untuk setiap ekor itik yang diterima peternak," katanya.

Ia meminta peternak membatasi migrasi itik antardaerah agar memudahkan dilakukannya pemetaan potensi wabah.

"Pengawasan di daerah ini yang lemah terbukti, masih ada itik dari Cirebon yang masuk ke Jambi," katanya.

Usai melakukan dialog, Menteri Pertanian didampingi Bupati Pekalongan Amat Antono meninjau kelompok tani yang memproduksi pupuk kompos di Desa Salit, Kecamatan Kajen, dan Desa Purwadadi, Kecamatan Sragen.

Menteri juga mengunjungi embung mini di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar yang mampu menjaga ketersediaan air selama lima bulan musim kemarau untuk lahan seluas 20 hektare.

(B013)

Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar