
Megawati: perempuan harus bergerak perjuangkan kepemimpinan

Bandung (Antara Jogja) - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan kaum wanita harus bergerak untuk memperjuangkan kepemimpinan perempuan.
"Banyak tokoh perempuan di Jawa Barat, seperti Dewi Sartika yang dapat membawa perubahan besar. Kapan lagi perempuan akan maju kalau tidak sekarang. Untuk memajukan diri dalam kepemimpinan, perempuan harus bergerak," kata Megawati dalam pidato pada Kampanye Akbar PDIP untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat di Bandung, Sabtu.
Karena itu, menurut dia, PDIP sengaja mengusung Rieke Diah Pitaloka sebagai calon gubernur dalam pemilu kepala daerah (pilkada) di Jawa Barat.
"Rieke itu satu-satunya perempuan yang saya majukan untuk saya jadikan gubernur agar dipilih rakyat. Walaupun susah tetap saya perjuangkan sehingga dia bisa memberikan pelayanan bagi masyarakat, khususnya kaum wanita," ujarnya.
"Jangan remehkan kaum perempuan. Selalu dikatakan oleh Nabi Muhammad bahwa surga di bawah telapak kaki ibu," katanya.
Pada kesempatan itu, Megawati juga memuji Rieke sebagai wanita yang pandai.
"Rieke itu memang terkenal sebagai Oneng, tapi dia sebenarnya pandai. Dia bersekolah hingga S2. Artinya, perempuan bisa pandai," tutur Mega.
Sebagai Ketua Umum PDIP, Mega mengingatkan calon gubernur Jawa Barat yang diusung partainya itu untuk melakukan janji-janjinya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan memihak kepada rakyat bila terpilih sebagai gubernur Jawa Barat.
"Saya bilang pada Rieke, saya pilih kamu. Awas kalau kamu korupsi. Kamu harus memperjuangakan gerakan antikorupsi. Itu karena rakyat ingin pemimpin yang ada bisa mengayomi rakyatnya. Sehingga demikian bisa melihat siapa yang sebenarnya bisa dipilih," katanya.
Megawati juga mengatakan, alasan lainnya bagi PDIP untuk memilih Rieke sebagai calon gubernur Jawa Barat karena dia adalah sosok yang jujur dan bersih dari tindak korupsi.
"Pilihlah pemimpin yang bersih agar anggaran daerah dapat dikelola dengan baik maka manfaatnya akan bisa dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat dari PDIP Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki menyatakan diri untuk menjalankan pemerintahan yang bersih bila terpilih dalam pilkada Jawa Barat.
"Hari ini saya dari Jakarta ke Bandung naik kereta ditemani Kang Teten dan Mas Jokowi naik 'gerbong antikorupsi'. Pemandangannya luar biasa. Ayo ikut gerbong kami," kata Rieke.
Dia menyebutkan istilah "Gerbong Antikorupsi" karena dia dan pasangan calon Wakil Gubernur Teten mengusung tema 'pemerintahan bersih dan jujur yang antikorupsi' dalam kampanye pilgub Jawa Barat.
Senada dengan Rieke, Teten pun mengungkapkan hal serupa.
"Kami menawarkan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi. Pemerintahan yang bersih ini menjadi target utama kami demi kesejahteraan rakyat Jabar," kata Teten usai turun dari kereta dan tiba di Bandung.
Menurut dia, program pemerintahan yang bersih menjadi target utama pasangan cagub dan cawagub PDIP itu karena selama ini anggaran daerah dan potensi ekonomi daerah tidak bisa diterima atau sampai kepada masyarakat akibat pemerintahan yang dinilai tidak bersih.
"Dari sisi penerimaan anggaran dan potensi ekonomi daerah, kalaupun ada manfaatnya tapi itu hingga saat ini masih kurang bisa dinikmati oleh masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Teten juga menawarkan program perubahan untuk Jawa Barat melalui pembangunan dan pengembangan ekonomi yang bersifat kerakyatan.
(Y012)
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
