6.077 Satlinmas Sleman ikuti pembinaan dan pelatihan

id 6.077 satlinmas sleman

Hansip Linmas (Foto sumsel.kemenag.go.id) (

Sleman (Antara Jogja) - Sebanyak 6.077 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat se Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengikuti pembinaan dan pelatihan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan keamanan khususnya menjelang Pemilu 2014, Kamis.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) memiliki peran yang strategis dalam mendukung dan menyukseskan agenda-agenda pembangunan di Kabupaten Sleman ini.

"Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan yaitu masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya saing dan berkeadilan gender di tahun 2015, syarat utama yang harus terlebih dahulu diwujudkan adalah terciptanya kondisi yang kondusif bagi segenap komponen masyarakat, menjalankan agenda pembangunan," katanya.

Menurut dia, Satlinmas diharapkan dapat mendorong dan memotivasi peran aktif masyarakat, untuk ikut mewaspadai berbagai hal, yang berpotensi menjadi ancaman terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Dengan tingginya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengetahui sejak dini, kemungkinan adanya faktor-faktor pemicu dan tanda-tanda terjadinya gangguan kamtibmas dengan mengamati indikasi-indikasinya, sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan sejak dini," katanya.

Ia mengatakan, saat ini warga Sleman dituntut untuk memiliki kewaspadaan terhadap kondisi keamanan dan ketertiban.

"Terlebih lagi masyarakat Sleman ini merupakan masyarakat yang heterogen dengan berbagai latar belakang suku, bahasa, agama dan bangsa. Kita patut bersyukur bahwa pada saat ini kondisi kamtibmas di Sleman, masih dalam kondisi yang stabil," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, masyarakat harus tetap waspada. Jangan sampai kondisi Sleman yang tertib, aman dan tenang ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, yang ingin merusak kemananan dan ketenangan masyarakat.

"Kami mengharapkan, agar kondisi Sleman yang aman, tertib dan tenang ini tetap terjaga. Oleh karena itu, Satlinmas harus berperan aktif dalam mewujudkan kewaspadaan dini masyarakat. Sehingga setiap ada indikasi terjadinya ancaman dapat dideteksi sedini mungkin," katanya.

Ia mengatakan, selain itu, Satlinmas diharapkan aktif mendorong dan memotivasi masyarakat untuk peduli dengan lingkungannya.

"Galakkan kembali kegiatan siskamling. Satuan Linmas juga harus membantu aparat keamanan yang lain seperti Polri, maupun TNI, untuk aktif menjaga kemanan dan ketertiban, sehingga situasi yang kondusif senantiasa terjaga, tentunya harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada," katanya.

Oleh karena itu, kata dia Satlinmas perlu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bela negara, serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak ketertiban dan keamanan lainnya.

Selain itu, Satlinmas dituntut menjadi garda depan delam upaya mitigasi bencana.

"Wilayah Sleman, memiliki potensi bencana yang dapat menimbulkan kerugian baik jiwa maupun harta. Namun demikian, dampak bencana tersebut dapat diminimalisir. Oleh karena itu, jika terjadi bencana, Satlinmas harus aktif melakukan segala usaha dan kegiatan, melindungi dan menyelamatkan�masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, sehingga dapat memperkecil jatuhnya korban, serta mengurangi penderitaan masyarakat," katanya.

Kegiatan pembinaan dan pelatihan ini diikutiKepala Seksi Trantib 17 kecamatan, Kabag Pemerintahan Satuan Tugas Satlinmas di 86 Desa dan Perlindungan Masyarakat se Kabupaten Sleman yang terbagi dalam 59 angkatan.

Maksud dan tujuan pembinaan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ini adalah untuk melakukan inventarisasi baik personal, dan penyelenggaraan dalam pelaksanaan tugas bagi anggota Linmas Kabupaten Sleman.

Sedangkan materi yang diberikan yakni baris berbaris, Pengendalian Huru Hara/Pengamanan Pemilu, Pengaturan Lalu Lintas, dan Pengendalian Bahaya Kebakaran/Kedaruratan Bencana.

(V001) 

Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar