Mantan karyawan PT Bank Pundi gugat perusahaan

id mantan karyawan pt

Ilustrasi (Foto jadwal-training.com)

Jogja (Antara Jogja) - Mantan karyawan PT Bank Pundi Indonesia Cabang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, DS Ambar Bawono melakukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial, setelah perusahaan dianggap memberhentikan dirinya secara sepihak.

"Gugatan kami tujukan karena klien kami di-PHK secara sepihak oleh perusahaan, tanpa disertai surat keterangan PHK atau surat formal dari perusahaan, dan klien kami tidak diizinkan bekerja, serta hak-hak yang seharusnya didapatkannya seperti asuransi serta gaji dicabut secara sepihak sejak 2011," kata kuasa hukum DS Ambar Bawono, Achmad Rochim usai menghadiri persidangan gugatan pertama di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu.

Menurut Rochim, dengan upaya sepihak tersebut, PT Bank Pundi Indonesia telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Perselisihan PHK, serta UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Sebelum surat gugatan dibuat, kata dia, pihak penggugat telah melakukan upaya mediasi bipartit selama empat kali, namun antara pihak penggugat dan tergugat belum menemukan titik temu, yang kemudian dilanjutkan mediasi tripartit.

"Hingga tahap mediasi tripartit pun belum ada titik temu, pihak tergugat masih belum bisa memberikan alasan yang jelas terkait pemberhentian itu,"katanya.

Rochim menambahkan, peristiwa pemberhentian secara sepihak sering dilakukan perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggungjawab, oleh karena itu perlu dilakukan upaya hukum agar tidak terus berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam persidangan hadir kuasa hukum pihak penggugat DS Ambar Bawono, atas nama Achmad Rochim. Sementara dari pihak PT Bank Pundi Indonesia hanya menghadirkan perwakilan perusahaan yakni Agus Nugroho, yang hadir tanpa diberikan surat kuasa atau surat tugas dari pihak Bank yang berkator pusat di Jakarta tersebut.

Sehingga, persidangan gugatan pertama tersebut akhirnya diputuskan ditunda oleh hakim ketua Susanto Isnu Wahyudi, pada Rabu (27/3), karena dari pihak tergugat dianggap tidak hadir sebab tidak memberikan surat kuasa kepada Agus Nugroho.

"Untuk tergugat secara legal formal belum saya anggap hadir dalam persidangan, karena perwakilan hadir tanpa membawa surat kuasa,"katanya.

Sementara itu, perwakilan dari pihak tergugat, Agus Nugroho mengatakan akan hadir kembali dalam persidangan yang akan datang dengan mengupayakan surat kuasa atau surat tugas dari PT Bank Pundi Indonesia Pusat.

"Kami upayakan akan hadir kembali, surat kuasa masih dalam proses di Jakarta (PT Bank Pundi Indonesia pusat)," katanya.

(KR-LQH)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar