Logo Header Antaranews Jogja

SPBU Gunung kidul kekurangan stok solar bersubsidi

Jumat, 22 Maret 2013 20:02 WIB
Image Print
Sejumlah SPBU di Kota Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, mengalami kelangkaan solar nonsubsidi. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kekurangan stok bahan bakar jenis solar bersubsidi sejak dua hari terakhir.

Dari pantauan di sejumlah SPBU di Kota Wonosari, sebagian besar dri mereka tidak melayani penjualan solar subsidi, karena habis. Untuk premium, masih tersedia.

Akibatnya sebagian pelanggan terutama sopir truk mengaku kecewa dengan kondisi ini. Pengelola SPBU memasang tulisan "Solar Habis".

"Saya sudah mencoba mencari di beberapa lokasi SPBU, tetapi kosong," kata seorang pengemudi truk yang hendak membeli di SPBU 44.55807 Desa Siraman Kota Wonosari Rusmanto di Gunung Kidul, Jumat.

Dia mengaku merasa dirugikan dengan kondisi ini. Sebab, dirinya harus membeli solar nonsubsidi atau Pertamina DEX yang harganya mencapai Rp10.400 per liter.

"Kalau beli solar nonsubsidi, dengan uang yang ada hanya dapat separuhnya. Dari pada hanya dapat separuh, saya mencari ke SPBU yang masih menyediakan solar bersubsidi meskipun harus menempuh jarak yang jauh," katanya.

Habisnya stok solar bersubsidi ini juga disampaikan oleh pengelola SPBU di wilayah Siyono Sunar bahwa stok solar bersubsidi sudah habis sejak Kamis, 21 Maret. Namun sampai Jumat ini, belum juga mendapatkan kiriman.

"Sudah sejak Kamis. Sampai siang ini belum dikirim," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM (DisperindagkopESDM) Gunung Kidul Siwi Irianti mengatakan mekanisme penyaluran milik Pertamina. "Kami hanya mengawasi saja,"katanya.

Kepala Bidang ESDM DisperindagkopESDM Pramuji Ruswandono mengatakan kelangkaan solar bersubsidi ini disebabkan pembatasan jumlah bahan bakar bersubsidi yang dialokasikan untuk wilayah Gunung Kidul. Pada 2013, alokasi solar bersubsidi sebesar 16.759,473 kiloliter. Jumlah tersebut harus bisa digunakan selama satu tahun.

"Kuota tersebut harus digunakan untuk waktu satu tahun," katanya.

Di Gunung Kidul, kata Pramuji, terdapat delapan unit SPBU. Dari jumlah tersebut hanya satu unit saja yang melayani penjualan solar curah nonsubsidi. Sedangkan tujuh lainnya hanya menjual solar nonsubsidi secara galon atau jerigen saja.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026