Logo Header Antaranews Jogja

Bantul pastikan stok solar bersubsidi mencukupi

Selasa, 2 April 2013 09:16 WIB
Image Print
Ilustrasi solar nonsubsidi (antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan stok bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar di daerah itu aman dan bisa mencukupi kebutuhan konsumen setempat.

"Di Bantul sampai hari ini stok solar bersubsidi masih aman, tidak sampai terjadi antrean kendaraan yang panjang di SPBU apalagi terjadi kelangkaan," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul, Sulistyanto di Bantul, Selasa.

Menurut dia, diakui di sejumlah daerah kabupaten lain sempat terjadi kelangkaan solar bersubsidi, namun hal itu tidak terjadi di sebanyak 29 SPBU yang ada di Bantul, karena rata-rata stok masih bisa mencukupi konsumen bahkan di saat liburan sekalipun.

"Di sejumlah SPBU jalur padat saat liburan seperti di Sedayu dan jalur wisata Parangtritis tidak terjadi kelangkaan, karena manajemen sudah mempersiapkan stok, karena ada semacam kuota berbeda diatas rata-rata per harinya terutama di jalur padat," katanya.

Bahkan lanjut dia, dalam pantauan pada libur akhir pekan atau Minggu lalu operasional di semua SPBU tetap lancar tidak sampai kehabisan baik untuk solar bersubsidi maupun nonsubsidi yang lain tetap melayani seperti biasa.

"Hari libur kemarin jelas ada peningkatan konsumsi solar bersubsidi karena ada kendaraan dari daerah lain, namun masih dalam kondisi normal seperti misalnya seharusnya untuk memenuhi 36 jam namun hanya memenuhi dalam 24 jam, namun masih bisa ditutup pasokan berikutnya," katanya.

Menurut dia, kuota solar bersubsidi untuk Bantul pada 2013 sebanyak 28.216 kiloliter, mengalami kenaikan jika dibanding pada 2012 yang sebanyak 28.107 kiloliter, sehingga pihaknya tetap optimistis solar bersubsidi aman hingga akhir tahun.

"Untuk tahun lalu di Bantul terserap 96 persen, jadi Insya Allah di Bantul tetap aman dengan kuota itu, jika memang ada kemungkinan penambahan kuota itu nanti dihitung berdasarkan realisasi perbandingan dalam pertengahan tahun," katanya.

Ia mengatakan, ditambah dengan adanya kebijakan pembatasan solar bersubsidi dari pemerintah yang mulai diberlakukan sejak Maret 2013 ini juga membuat kekhawatiran terjadi kelangkaan solar sangatlah kecil untuk di wilayah Bantul.

"Setidaknya aturan yang mengharuskan mobil dinas menggunakan solar nonsubsidi dapat menekan konsumsi BBM hingga sekian persen, jadi sudah semestinya kuota itu jauh lebih aman, bahkan masih sisa," katanya.
(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026