Logo Header Antaranews Jogja

Hatta: subsidi energi Rp300 triliun terlalu besar

Kamis, 4 April 2013 14:06 WIB
Image Print
Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa (FOTO ANTARA/Noveradika)

Jakarta (Antara Jogja) - Menteri Koordinasi bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah segera mengambil keputusan terkait konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi karena potensi kelebihan belanja subsidi energi hingga Rp300 triliun terlalu besar dan memberatkan anggaran.

"Prinsipnya kita harus mengurangi subsidikarena subsidi sudah jauh lebih besar daripada anggaran untuk pengurangan kemiskinan," katanya seusai rapat koordinasi di Jakarta, Kamis.

Hadir dalam rapat tersebut Menteri ESDM Jero Wacik, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, Wakil Menteri Keuangan I Anny Ratnawati, Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar dan Ketua KEN Chairul Tanjung.

Hatta mengatakan upaya untuk mengurangi beban subsidi harus mulai dilakukan agar pemerintah memiliki anggaran untuk belanja sosial yang lebih bermanfaat untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat miskin.

"Oleh sebab itu, kita melakukan exercise yang sangat kritis, artinya tajam, sampai kepada kalau opsi ini kita ambil seperti apa, sehingga betul-betul tidak berada pada tataran wacana," ujarnya.

Saat ini pemerintah sedang mengupayakan opsi terbaru untuk mengantisipasi kelebihan konsumsi BBM bersubsidi agar belanja subsidi energi yang ditargetkan sebesar Rp274,7 triliun pada 2013, tidak makin melebar.

Hatta mengakui upaya penghematan konsumsi BBM bersubsidi yang pernah dilakukan pemerintah tidak berjalan efektif karena tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang pesat setiap tahun.

"Kalau melarang kendaraan pertambangan, perkebunan dan dinas itu memang tak terlalu efektif. Harus kita akui karena volume (penghematan)-nya sangat kecil, sekitar 1,3 juta kiloliter, bandingkan dengan laju pertumbuhan kemajuan ekonomi," katanya.

Sementara itu, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan opsi untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi akan segera diputuskan oleh pemerintah, setelah hasil rapat koordinasi dilaporkan kepada Presiden dalam rapat kabinet.

Namun, Jero memastikan apapun keputusan pemerintah tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa, karena mempertimbangkan efek kebijakan tersebut kepada masyarakat secara keseluruhan.

"Saya berharap kalau bisa dalam bulan (April) ini, itu bagus. Tapi jangan terburu-buru, agar tidak keliru," ujarnya.

Berdasarkan data BPH Migas, hingga akhir Februari 2013, konsumsi premium telah mencapai 4,58 juta kiloliter, minyak tanah mencapai 184.716 kiloliter dan solar 2,44 juta kiloliter.

Pemerintah dalam APBN 2013, memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp193,8 triliun dan subsidi listrik Rp80,9 triliun, dengan kuota volume sebesar 46 juta kiloliter.

Menurut perkiraan dari Kementerian Keuangan, apabila tidak ada upaya penghematan konsumsi BBM bersubsidi, kuota volume tahun ini akan berada pada kisaran 50 juta-53 juta kiloliter.

(S034)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026