UPT Malioboro : "guiding block" bisa diakses penyandang disabilitas

id malioboro

UPT Malioboro : "guiding block" bisa diakses penyandang disabilitas

Jalan Malioboro Yogyakarta (Foto jogja.antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Unit Pelaksana Teknis Malioboro meyakini fasilitas "guiding block" trotoar untuk membantu penyandang disabilitas di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer dalam kondisi yang baik dan bisa diakses oleh penyandang disabilitas.

"Kondisi `guiding block` di Malioboro bisa diakses oleh para penyandang disabilitas. Di trotoar sisi timur dan barat sepanjang Jalan Malioboro juga sudah dilengkapi dengan fasilitas itu," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syarif Teguh di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, kondisi Malioboro yang menjadi ikon wisata utama di Kota Yogyakarta membuat kawasan tersebut ramai dikunjungi wisatawan sehingga pengguna trotoar pun cukup banyak.

"Karenanya, dibutuhkan kepadulian dari pengguna trotoar lain untuk mendahulukan para penyandang disabilitas saat mereka menggunakan trotoar. Kepedulian ini yang harus terus dibangun," katanya.

Ia mencontohkan, meskipun di depan tempat penitipan anak Pasar Beringharjo sudah dilengkapi dengan "guiding block", namun fasilitas tersebut tertutup oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

"Ada jalur `guiding block` yang terputus. Nanti kami akan koordinasikan lagi agar pemanfaatannya bisa optimal. Apakah mengubah posisi `guding block` atau menata pedagangnya," katanya.

Syarif menambahkan, akan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas penyandang disabilitas di Malioboro dengan menyempurnakan akses penyeberangan jalan agar tidak terhalang taman rumput.

"Kami juga akan memperbaiki trotoar di sisi barat jalan sekaligus `guiding block`," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Toto Suroto mengatakan, akan menambah fasilitas "guiding block" sepanjang 416 meter di sejumlah ruas jalan.

Diantaranya, Jalan Sugeng Jeroni sepanjang 50 meter, Lowanu 134 meter, Veteran 72 meter, Diponegoro 80 meter, Tamansiswa 50 meter dan Kusumanegara 30 meter.

Pada 2012, total panjang "guiding block" yang sudah dibangun adalah 6.369,6 meter. "Jika ada penambahan tahun ini, maka total `guiding block` yang dibangun sudah mencapai 6.785,6 meter," katanya.

Selain akan menambah "guiding block", Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta juga merencanakan perbaikan trotoar di depan Gedung Agung dengan menggunakan batu candi.

(E013)
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar