
Menkes berharap pencapaian MDG'S dimaksimalkan 2015

Makassar (Antara Jogja) - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi berharap pencapaian target Millenium Development Goals atau MDGs yang saat ini sedang berjalan, dapat dimaksimalkan pada 2015.
"Program yang sementara ini berjalan, kita harapkan dapat dimaksimalkan hingga 2015," katanya saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2013 Regional Timur di Hotel Grand Clarion, Makassar, Senin malam.
Menurut dia, 2013 merupakan tahun keempat pelaksanaan pembangunan kesehatan periode pemerintahan Kabinet Bersatu jilid II yang diselenggarakan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014.
Menkes menyebutkan beberapa isu penting yang mengemuka pada 2013 seperti upaya akselerasi pencapaian MDGs 2015, persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan sinkroniasi pembangunan kesehatan melalu Sistem Kesehatan Nasional (SKN).
Ia menjelaskan ada lima hal yang perlu dicapai, seperti tingkat pembangunan kesehatan, permasalahan dan langkah startegis dalam upaya percepatan target MDGs 2015, persiapan JKN 2014 dan reformasi birokrasi serta peran daerah dalam pembangunan kesehatan.
"Berdasarkan hasil Mid term review RJPMN dilaksanakan 2012, dari 51 indikator pembangunan kesehatan yang menjadi tanggungjawab Kemenkes terdapat sembilan indikator yang memerlukan perhatian lebih serius," ujar Nafsiah.
Wanita kelahiran Sengkang, Sulsel ini, menyebutkan ada sembilan target perhatian serius, empat di antaranya indikator dengan status warna kuning atau hati hati seperti peningkatan umur harapan hidup dari 71,1 tahun pada 2012 target 72 tahun di 2014.
Peningkatan cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terlatih dari 88,6 persen di 2012 target 90 persen pada 2014. Sedangkan prosentase penduduk 15 tahun keatas yang memiliki pengetahuan HIV/AIDS dari 79,5 persen tahun 2012 ditargetkan menjadi 90 persen pada 2014.
Sementara, peningkatan prosentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan pada 2012 mencapai 64,58 persen, tahun 2014 ditargetkan menjadi 80,10 persen.
Lima indikator pembangunan kesehatan yang dinilai masih sulit dicapai, tambah dia, penurunan angka kematian ibu yakni 228/100.000 KH pada 2009 ditargetkan 118/100.000 KH tahun 2014.
Sedangkan angka kematian bayi yakni 32/1000 KH 2012 ditargetkan menjadi 90 persen di 2014. Penurunan total fertility rate dari 2,6 anak di 2012 ditargetkan 2,1 anak pada 2014.
Peningkatan prosentase penduduk dengan akses air minum yang berkualitas dari 42,76 persen di 2011 menjadi 68 persen di tahun 2014. Serta penurunan Annual Parasite Indeks untuk penyakit malaria pada 2012 1,69 target 1 pada 2014.
"Pada rakerkesnas ini diharapkan provinsi sebagai penyelenggara pemerintah di daerah mampu berperan aktif dan efektif sebagai koordinator penyelenggara pembangunan kesehatan di daerah masing-masing.
"Upaya bidang kesehatan kami harapkan dapat diselengarakan secara optimal di daerah terutama untuk percepatan pencapaian target MGDs pada 2015," paparnya.
Berdasarkan laporan panitia, jumlah peserta yang hadir melalui 10 perwakilan provinsi di regional timur sebanyak 314 utusan perwakilan setiap provinsi.
(KR-DF)
Pewarta : Oleh Darwin Fatir
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
