Puluhan itik Kulon Progo mati mendadak

id itik mati mendadak

Puluhan  itik  Kulon Progo mati mendadak

Foto Istimewa, Petugas melakukan tes terhadap itik yang mati mendadak. (dok antara)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyemprotan desinfektan di dusun Kepek, Kecamatan Pengasih, menyusul penemuan kematian puluhan ekor itik secara mendadak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Dinas Kepanak) Kulon Progo Drajat Purbadi di Kulon Progo, Jumat mengatakan bahwa ada sekitar 30 ekor itik di dusun Kepek yang diketahui mati mendadak pada Rabu, 17 April.

"Kami menerima laporan Kamis,18 April, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan rapid test terhadap sampel bulu muda itik dan didapatkan hasil positif adanya virus flu burung jenis H5N1 clade 2.3.2. Setelah diketahui positif, pagi tadi kami lakukan penyemprotan desinfektan," kata Drajat.

Itik yang mati mendadak diketahui milik beberapa warga. Penyemprotan desinfektan, kata Drajat, dilakukan melakukan penyemprotan terhadap kandang dan lingkungan pada 50 kepala keluarga (kk) yang memelihara unggas. "Penyemprotan desinfektan secara massal di lokasi yang terjangkit sebagai langkah pertama untuk memutus rantai penyebaran virus," katanya.

Selain itu, penyemprotan disinfektan dimaksudkan untuk memunculkan peringatan masyarakat bahwa di wilayah tersebut ada kematian unggas karena penyakit dari virus H5N1.

"Kami mengharapkan masyarakat dapat melakukan desinfektasi secara mandiri. Kami juga memberikan disinfektan dengan cuma-cuma. Warga bisa melakukan penyemprotan sendiri, paling tidak selama dua minggu ke depannya. Kalaupun butuh desinfektan lagi, kami masih punya persediaan cukup banyak, sekitar 200 liter," katanya.

Secara keseluruhan, kata Drajat, unggas yang mati mendadak sejak Januari-April akibat flu burung tercatat di Diskepenak Kulon Progo sebanyak 797 ekor.

Pada Maret lalu terjadi 366 itik mati mendadak di Dusun Bantar Wetan, Banguncipto, Kecamatan Sentolo. Adapun di bulan Januari sekitar 200 entok mati mendadak di Dusun Kuncen, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, dan 140 itik mati di Sawahan, Desa Banaran, Kecamatan Galur.

"Penanganan dilakukan dengan disinveksi di lokasi-lokasi wabah dan di pasar. Pasar unggas biasanya merupakan pusat penyebaran virus, karena unggas yang dijual berasal dari berbagai tempat sehingga ada

kemungkinan penularan. Bagi pedagang juga kami berikan disinvektan gratis untuk menyemprot keranjang dan kendaraannya,"katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo Bambang Haryatno mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran flu burung pada manusia melalui unggas.

Untuk itu, pihaknya telah mengintruksikan seluruh Puskesmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk sosialisasi flu burung jenis baru H7N9 yang menyebar di Tiongkok.

"Kami mengimbau masyarakat selalu menjaga kebersihan kandang unggas dan lingkungan untuk antasipasi penyebaran flu burung,"katanya.

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar