Logo Header Antaranews Jogja

BPBD: masa tanggap darurat gempa Dieng berakhir

Sabtu, 4 Mei 2013 11:49 WIB
Image Print
Dieng Plateu Area (diengp.blogspot.com )

Banjarnegara (Antara Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara menyatakan masa tanggap darurat gempa Dataran Tinggi Dieng akan berakhir pada Sabtu malam.

"Masa tanggap darurat akan berakhir pukul 00.00 WIB dini hari nanti. Saat ini Kepala Pelaksana harian BPBD Banjarnegara sedang diskusi dengan Bupati Banjarnegara terkait masa transisi darurat," kata petugas Posko Siaga Darurat Bencana Kawah Timbang BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Sabtu.

Dalam masa transisi darurat, kata dia, posko rencananya akan ditarik ke Kantor BPBD Banjarnegara.

Oleh karena Kawah Timbang masih berstatus "siaga", kata dia, petugas BPBD nantinya akan memantau secara "mobil".

"Kita nantinya akan naik-turun dari Banjarnegara ke Kawah Timbang di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur. Jadi, pemantauannya secara mobil," katanya.

Ia mengatakan masa tanggap darurat di Dataran Tinggi Dieng sebenarnya ada dua, yakni bencana gempa bumi yang terjadi pada Jumat (19/4) malam, dan bencana Kawah Timbang.

Kendati masa tanggap darurat telah berakhir, kata dia, petugas BPBD untuk sementara masih bertahan di Posko Siaga Darurat Bencana Kawah Timbang yang berlokasi di Rumah Dinas Camat Batur.

"Kita masih bertahan di sana, semua peralatan di Pos Simbar ditarik ke kecamatan (posko, red.), sambil menunggu perkembangan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Kita akan tarik pelan-pelan," katanya.

Dia menegaskan masa tanggap darurat gempa Dieng sudah berakhir, sedangkan posko pemantauan Kawah Timbang masih berlanjut namun akan dilakukan di Kantor BPBD Banjarnegara.

Sebelumnya, Kepala Lakhar BPBD Banjarnegara Tursiman mengatakan bahwa masa tanggap darurat bencana gempa Dieng diperpanjang hingga 4 Mei 2013 karena BPBD masih harus melakukan berbagai kegiatan di setiap desa yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

"Kami masih harus melakukan beberapa kegiatan di masing-masing desa, termasuk memberikan 'trauma healing' (pemulihan trauma, red.) kepada masyarakat," kata dia menjelaskan.

Terkait kemungkinan PVMBG Bandung masih menetapkan status "Siaga" terhadap Kawah Timbang di saat masa tanggap darurat bencana tersebut berakhir, dia mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu penurunan status dari "Siaga" menjadi "Waspada" hingga akhirnya "Normal".

"Secara visual, mulai ada penurunan (aktivitas Kawah Timbang, red.)," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, petugas dari BPBD Banjarnegara akan tetap disiagakan untuk memantau perkembangan Kawah Timbang.

Seperti diwartakan, gempa yang mengguncang Dataran Tinggi Dieng pada Jumat (19/4) malam mengakibatkan ratusan rumah dan fasilitas umum di Desa Kepakisan, Pekasiran, Pesurenan, dan Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, mengalami kerusakan.

Gempa tersebut mengakibatkan 248 rumah mengalami kerusakan yang terdiri 48 rumah rusak berat, 61 rumah rusak sedang, dan 139 rumah rusak ringan dengan total kerugian mencapai Rp2.027.200.000.

Sementara untuk kerusakan fasilitas umum seperti bangunan sekolah, masjid, dan pelayanan kesehatan, secara keseluruhan sebanyak 21 bangunan dengan total kerugian mencapai Rp1.273.500.000.

Dengan demikian, total kerugian akibat gempa bumi tersebut mencapai Rp3.300.700.000.
(U.KR-SMT)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026