Logo Header Antaranews Jogja

Warga Perbukitan Seribu Sleman gelar simulasi bencana

Senin, 6 Mei 2013 18:50 WIB
Image Print
Ilustrasi tanah longsor (Foto Antara/Wahyu Putro)

Sleman (Antara Jogja) - Warga di kawasan Perbukitan Seribu Dusun Gedang Bawah, Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar simulasi penanggulangan bencana tanah longsor, Senin.

Mujimin (40) warga setempat yang merupakan salah satu anggota dari Forum Penanggulangan Bencana Bandung Bondowoso mengaku, masih ingat benar bencana gempa 2006 lalu.

"Pada gempa 2006 lebih dari 20 rumah warga roboh dan puluhan orang luka-luka," katanya.

Menurut dia, simalusi yang dilakukan ini sangat diapresiasi oleh warga setempat, karena bencana seperti gempa maupun tanah longsor, sangat berpotensi terjadi diwilayah setempat.

"Letak geografis wilayah ini berada di perbukitan. Saat 2006, lebih dari 20 rumah roboh tidak bisa ditinggali," katanya.

Ia mengatakan, saat ini di wilayah tersebut ditinggali sebanyak 517 jiwa.

"Dari jumlah tersebut terdapat sejumlah warga rentan yakni 40 orang lanjut usia (lansia), 26 ibu hamil, 10 balita, dan 22 orang merupakan difabel," katanya.

Lebih lebih dari 100 warga mengikuti simulasi itu. Dari balita hingga yang sudah lansia.

Bupati Sleman Sri Purnomo yang menyaksikan langsung simulasi tersebut mengaku kagum melihat warganya yang bisa praktik simulasi bencana secara serius.

"Dalam menghadapi bencana sendiri tidak hanya dalam tanggap bencana saja, namun bagaimana melakukan upaya mengurangi risiko bencana itu sendiri," katanya. (V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026