6.458 siswa SD Bantul gerakkan sarapan bernutrisi

id sarapan

6.458 siswa SD Bantul gerakkan sarapan bernutrisi

ilustrasi (dikdas.kemdikbud.go.id)

Bantul (Antara Jogja) - Sebanyak 6.458 siswa sekolah dasar di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sukses membentuk kebiasaan sehat melalui `gerakan 21 hari sarapan bernutrisi` pada 18 Maret sampai 7 Mei 2013.

Kesuksesan itu disampaikan Assistant Brand Manager Blue Band Ananta Stokhorst dalam Konferensi Media-Blue Band "Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi" di SD Inti Karangjati, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, Kamis.

Menurut dia, pihaknya menyadari kebiasaan sarapan belum banyak diterapkan di Indonesia. Padahal, sarapan memiliki peran yang sangat penting bagi anak dalam masa pertumbuhannya karena mencukupi 15-30 persen kebutuhan gizi harian.

"Kalau tidak sarapan, anak menjadi lesu, mengantuk, perut keroncongan, tidak bersemangat dan kurang konsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah, namun sebaliknya, kalau sarapan mereka bisa beraktivitas dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, di Bantul `gerakan 21 hari sarapan bernutrisi` diadakan di 50 SD di dua kecamatan yakni Kasihan dan Bantul pada 18 Maret-7 Mei 2013 yang sekaligus mensosialisasikan pentingnya sarapan kepada 100 kepala sekolah dan guru.

Kemudian, bersama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Bantul pihaknya melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap setelah pelaksanaan selama 21 hari sarapan bernutrisi untuk melihat seberapa dampak positifnya.

"Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 84 persen siswa telah melakukan sarapan bernutrisi setiap hari dan ternyata dampak yang ditimbulkan sangat positif seperti lebih ceria, fokus belajar, percaya diri dan disiplin," katanya.

Ia mengatakan, `gerakan 21 hari sarapan bernutrisi` ditargetkan dapat diikuti sebanyak 100.000 siswa dari 300 sekolah se-Indonesia, sehingga pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya sarapan demi masa depan generasi muda.

"Apalagi geakan ini juga menimbulkan dampak positif bagi sekolah yakni dengan edukasi sarapan melalui cara kreatif seperti permainan tebak gizi, permainan ayo sarapan, lomba menggambar bahkan memperbaiki kantin sekolah," katanya.

Sementara itu, Assek 3 Pemkab Bantul, Mardi Ahmad mewakili Bupati Bantul Sri Surya Widati mengatakan apresiasi terhadap gerakan 21 hari sarapan bernutrisi karena dinilai mampu menjadi upaya untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Menurut dia, `gerakan 21 sarapan bernutrisi` selaras dengan program pemerintah kabupaten dalam upaya menciptakan anak-anak lebih sehat yang terintegrasi dari masyarakat, pemerintah dan swasta.

"Anak merupakan masa depan bangsa. Dalam mencerdaskannya, tidak hanya dilakukan dari segi intelektual tapi juga emosional dan spiritual. Untuk mencapai salah satu dasarnya adalah sehat secara fisik dimulai dari kebiasaan sarapan," katanya.

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar