Logo Header Antaranews Jogja

Panglima TNI: AD harus miliki naluri kebaharian

Kamis, 23 Mei 2013 12:35 WIB
Image Print
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (antarafoto.com)

Jakarta (Antara Jogja) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, TNI Angkatan Darat sebagai kekuatan inti pertahanan matra darat bagi sebuah negara kepulauan ini sejatinya mengemban kodrat yang berbeda dengan negara kontinental, sehingga TNI AD dituntut memiliki naluri kebaharian.

"TNI AD kita unik karena ruang lingkup operasinya berupa pulau-pulau yang dikelilingi oleh laut dalam ikatan NKRI," kata Panglima TNI dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara serah terima jabatan KSAD dari Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo kepada Letnan Jenderal TNI Moeldoko di Mabes AD, Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, lanjut dia, TNI AD senantiasa dituntut menghadirkan visi dan kedalaman untuk mampu mengembangkan misi operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Keseimbangan kata kunci membangun AD, baik kekuatan kewilayahan, sehingga diharapkan mampu menjaga tugas pemberdayaan wilayah dan perbatasan.

Dalam kaitan tersebut pengembangan SDM menjadi penting dalam rangka perkembangan teknologi, oleh karena itu perlu pengembangan sesuai lingkup TNI.

"Saya ingin menegaskan bahwa profesionalisme TNI AD yang didukung oleh komprehensifitas kebijakan dan strategi militer nasional merupakan keniscahyaan yang tak dapat ditawar, agar mampu mengantisipasi dan mengatasi setiap tantangan tugas yang dihadapi," tutur Agus.

Panglima TNI mengingatkan perlunya pemantapan jati diri prajurit tentara profesionel yang harus terus ditanamkan sebagai refleksi dari sumpah prajurit.

Ia pun merasa bangga dan apresiasi atas dedikasi Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo dalam merintis jalan menuju penguatan kapasitas dan kapabilitas TNI AD seperti yang diharapkan.

Langkah-langkah modernisasi alutsista yang ditempuh bagi satuan di jajaran TNI AD termasuk alutsista "main battle tank" dan "mistral" untuk kepentingan pertahanan AU serta penguatan mobilitas udara dengan helikopter serang dan serbun merupakan upaya besar yang telah dilakukan untuk membangun "minimum essential force" (MEF) TNI.

"Saya percaya rintisan ini dapat diteruskan oleh Letjen Moeldoko dengan senantiasa melakukan penyempurnaan manajemen SDM secara kreatif, inovatif, tepat, terarah, dan berkesinambungan," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengucapkan selamat atas jabatan baru Moeldoko sebagai KSAD.

"Saya percaya amanah jabatan dari bangsa dan negara ini merupakan bukti, sekaligus pengakuan dan penghargaan atas pengabdian jenderal selama ini. Berbekal integritas dan pengalaman, saya dan segenap prajurit sangat yakin bahwa TNI AD di masa mendatang akan semakin solid dan profesional, modern dan tangguh serta dicintai dan mencintai rakyat," demikian Panglima TNI.
(S037)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026