PSB: bioteknologi dapat dimanfaatkan untuk pembangunan hayati

id psb: bioteknologi dapat

PSB: bioteknologi dapat dimanfaatkan untuk pembangunan hayati

Pusat Studi Bioteknologi UGM (Foto biotech.ugm.ac.id)

Jogja (Antara Jogja) - Bioteknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk menunjang pembangunan aspek hayati yang diimplementasikan dalam berbagai bidang, kata Sekretaris Pusat Studi Bioteknologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Yekti Asih Purwestri.

"Bidang itu antara lain pertanian, kesehatan, perikanan kelautan, industri dan lingkungan hidup, yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan kebutuhan hidup dan lingkungan penunjang hidup masyarakat Indonesia," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia pada pelatihan teknik dasar bioteknologi bagi guru biologi sekolah menengah atas (SMA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya, hal itu penting bagi Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang yang memiliki dukungan sumber daya alam melimpah.

"Pelatihan teknik dasar bioteknologi bagi para guru biologi itu dimaksudkan untuk mengenalkan bioteknologi sebagai salah satu cabang ilmu yang berkembang pesat saat ini," katanya.

Ia mengatakan, penggunaan bioteknologi sebagai alat menghasilkan banyak keuntungan meskipun tetap memperhatikan potensi risiko yang dapat muncul dari pemanfaatannya.

"Pengertian yang tepat dan memadai tentang bioteknologi perlu disebarluaskan kepada khalayak agar bisa fiperkenalkan manfaaat dan manajemen risiko yang mungkin timbul dalam pemanfaatannya," katanya.

Menurut dia, pelatihan yang diselenggarakan Pusat Studi Bioteknologi (PSB) UGM bekerja sama dengan International Food Policy Research Institute (IFPRI) melalui Program for Biosafety Systems (PBS) Indonesia itu diikuti sebanyak 23 guru biologi SMA.

"Mereka dikenalkan sejarah bioteknologi, organisasi materi genetika, strukur dan ekspresi gen, isolasi dan amplifikasi DNA, dan manipulasi genetik (Genetic Modified Organism)," katanya.

Ia mengatakan, mereka yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA/Sederajat se-DIY dan sekitarnya itu diharapkan dapat menyebarluaskan informasi dasar yang tepat dan memadai tentang teknik, nilai guna, dan pemanfatan bioteknologi.

"Mereka berasal dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, Magelang, Purworejo, dan Klaten," katanya.

(B015) 
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar