Flores Timur berbenah diri sambut Sail Komodo

id sail komodo 2013

Flores Timur berbenah diri sambut Sail Komodo

Ilustrasi Sail Komodo (foto infoindo.com)

Larantuka (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berbenah diri dan menyiapkan taman kota yang terletak di Kelurahan Lokea menjadi titik sentra persinggahan peserta Sail Komodo NTT 2013.          

"Pemerintah sudah berbenah sejak dua bulan lalu untuk menyambut peserta Sail Komodo, termasuk menata lokasi wisata yang akan dikunjungi wisatawan," kata Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, di Larantuka, Flores Timur, Selasa, terkait kesiapan pemerintah dalam menyambut Sail Komodo.

Pantauan di Larantuka menunjukkan, wajah kota Reinha Larantuka sudah mulai dipercantik dengan memasang baliho-baliho ucapan selamat datang kepada para tamu yang berasal dari berbagai belahan dunia itu.

Baliho lainnya menuliskan "Jembatan Emas Menuju NTT Menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia" juga terpasang di pusat perkotaan Larantuka.

Bupati menambahkan, dalam mempersiapkan diri, pemerintah melibatkan mitra kerja seperti Perhimpunan Hotel Rumah Makan Indonesia (PHRI), Himpunan Pramu Wisata Indonesia (HPI), Tour Manajemen Organisasi (TMO).

"Semua kita libatkan mempersiapkan sejumlah hal untuk menyukseskan Sail Komodo NTT yang rencananya akan tiba di Flotim pada 20-23 Agustus 2013," katanya.

Di Taman Kota yang akan menjadi pusat acara, telah dipersiapkan pula rangkaian acara seni musik, peragaan busana adat dan lounching Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Flotim.

"Saat pembukaan diikuti juga dengan mengunjungi pameran yang sudah disiapkan sebanyak 20-an stan. Stan umumnya menyiapkan asesoris dan barang-barang budaya asli Flotim," katanya.

Usai acara pembukaan, kata mantan wartawan ini, para tamu akan disiapkan dinner langsung di taman kota dan diiringi hiburan-hiburan yang menampilkan seni musik daerah.

"Semua acara itu untuk menghibur para tamu dan masyarakat," jelasnya.

Usai acara hiburan, keesokannya para tamu akan tour wisata ke Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong dan ke Lewotala, Kecamatan Lewolema untuk melihat wisata alam dan selanjutnya para tamu berkunjung ke tempat bersejarah peninggalan Portugis atau wisata religi di Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana dan Kapela Tuan Menino serta ke museum Mgr. Gabriel Manek dan ke Panti Asuhan Pelangi.

Pemerintah juga menyiapkan loundry yang langsung ditangani kelompok masyarakat, Oa Dasanto dan Petronela Riberu.

Pemerintah melalui bank terdekat menyiapkan money sanjer (pertukaran uang) yang berpusat di pos informasi yang bertempat di Panti Suster Balela, Kelurahan Balela. Di pos itu juga disiapkan guide, katanya.

Artinya, menyangkut persiapan sudah cukup matang. Tinggal dilakukan pembenahan-pembenahan, katanya.
(B017)
Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar