Kenaikan BI rate tidak berikan tekanan mengkhawatirkan

id bank indonesia

Kenaikan BI rate tidak berikan tekanan mengkhawatirkan

Bank Indonesia (antaranews.com)

Jakarta (Antara Jogja) - Bank Indonesia menyatakan kenaikan tingkat suku bunga acuan (BI rate) sebesar 50 basis poin dari 6,5 persen menjadi 7 persen tidak akan memberikan tekanan yang mengkhawatirkan bagi perbankan di Tanah Air.

Gubernur Bank Indonesia Agus D W Martowardojo mengatakan pihaknya sudah melakukan semacam "stress testing" atas perbankan dan hasilnya menunjukkan bahwa perbankan di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan perbankan di negara lain.

"Bank kita itu mempunyai rasio modal (CAR) yang baik, kredit bermasalah (NPL) yang rendah, dan likuiditasnya baik," ujar Agus saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat.

Sementara itu, menanggapi dampak kenaikan BI rate bagi pertumbuhan kredit perbankan, ia mengatakan dampak tersebut memang akan dirasakan oleh sejumlah bank.

"Ini (kenaikan BI rate)mungkin akan langsung berdampak kepada bank-bank yang mungkin masih tumbuh terlalu tinggi namun ada bank-bankn lain yang sudah paham bahwa pertumbuhan kredit mereka tidak akan di atas 20 persen," tuturnya.

Pertumbuhan kredit perbankan sendiri masih dalam tren menurun menjadi 19,6 persen (yoy) pada pertengahan Agustus 2013,

"Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut mengikut perlambatan ekonomi dalam negeri," ujar Agus.

Agus menambahkan, BI bersama pemerintah akan terus berkoordinasi untuk menjaga perekonomian Indonesia ke depan. (C005)

    

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar