Logo Header Antaranews Jogja

Yayasan HOPE Worldwide Indonesia selenggarakan bakti sosial

Sabtu, 28 September 2013 20:16 WIB
Image Print
Yayasan HOPE Worldwide Indonesia menyelenggarakan bakti sosial di Dusun Turen, Bantul. (Humas Pemda DIY)

Jogja (Antara Jogja) - Yayasan HOPE Worldwide Indonesia menyelenggarakan bakti sosial di Dusun Turen, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Ketua Yayasan HOPE Worldwide Indonesia, Lucas Sanjaya, bakti sosial yang berlangsung di salah satu rumah warga Turen itu diisi dengan berbagai kegiatan.

Kegiatan itu antara lain pengobatan massal, peluncuran program kesehatan ibu dan anak, dan peluncuran program bimbingan belajar.

Selain itu, juga wisuda HOPE Computer Training Center (CTC) terhadap 34 siswa SMA di Bantul. Wisuda ditandai dengan penyerahan sertifikat lulus oleh Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mewakili gubernur DIY.

Ia mengatakan, untuk pengobatan massal, program kesehatan ibu dan anak, kami bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bantul, Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul, dan Puskesmas Jetis Bantul.

"Pada 2013 yang diwisuda sebanyak 34 siswa, sedangkan pada 2012 yang mengikuti HOPE CTC dan telah diwisuda sebanyak 100 siswa SMA," katanya.

Yayasan HOPE Worldwide Indonesia, kata dia, berada di Bantul sejak peristiwa gempa bumi 2006 dalam rangka membantu korban gempa di wilayah Dusun Turen.

"Pada 2013 bakti aosial bertajuk Bantul Seger mengangkat tema 'Menanam Benih Menuju Masyarakat Bantul Sehat, Nyebar Wiji Ing Dinten Niki Amigunani Tumrape Bantul Seger Kwarasan Ing Dinten Ngajeng'," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan, pada akhir tahun 2012, menurut WHO, ditemukan tingginya angka kematian ibu yang ada di Indonesia.

"Di Indonesia ada 20 ribu ibu Indonesia yang meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan setiap tahun," katanya.

Menurut dia, angka kematian ibu di DIY khususnya di Bantul, meskipun rendah dibanding kabupaten dan kota lain di Indonesia, pada 2009 angka kematian ibu melahirkan di Bantul tercatat 16 orang dari 14 ribu kelahiran hidup.

"Mencermati hal itu Pemda DIY sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Yayasan HOPE itu dan pihak terkait untuk turut membantu mencari jalan keluar bersama-sama sehingga dapat membantu menurunkan tingkat kematian ibu melahirkan," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan Yayasan HOPE itu akan menambah wawasan betapa penting pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil.

Kegiatan Bantul Seger di Dusun Turen itu diharapkan akan dapat mengilhami pihak lain untuk ikut peduli dengan beberapa kondisi masyarakat yang mungkin sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk apapun.

Kepala Desa Canden, Supanto mengatakan, warga diharapkan bisa memanfaatkan kegiatan itu sehingga tujuan dari kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Menurut dia, hal itu penting karena kegiatan bakti sosial Bantul Seger itu yang bisa menikmati baru sebagian kecil masyarakat, ke depan diharapkan kerja sama seperti itu bisa ada kesinambungan.

"Saya berharap kegiatan seperti itu bisa berlanjut. Dalam hal ini masyarakat jangan hanya mengharapkan bantuan, tetapi juga harus bisa swadaya dan mandiri," katanya. (B015)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026