Polisi amankan mayat bocah diduga tercebur selokan

id polisi amankan mayat

Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Petugas Kepolisian Sektor Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, mengamankan mayat Mareta, bocah yang diduga meninggal karena terseret arus setelah tercebur di selokan di Desa Potorono.

Mayat bocah berusia empat tahun itu ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB di Selokan Brajan Desa Potorono, setelah sebelumnya dikabarkan hilang sejak Selasa (8/10) sekitar pukul 11.00 WIB, kata Kepala Polsek Banguntapan Kompol Darsono, Rabu.

Namun demikian, pihaknya belum memberikan banyak komentar dan belum bisa menyimpulkan, apakah ada dugaan penculikan maupun sebab lain yang mengakibatkan kematian bocah perempuan asal warga Kempul Kulon, Desa Potorono itu.

Sementara itu, salah seorang warga Brajan, Ngatmiyati yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan mayat bocah tersebut, mengaku tidak menyangka jika korban ditemukan di selokan dekat rumahnya.

Hal itu, kata dia karena pada Rabu ini sekitar pukul 10.00 WIB dirinya mengaku beberapa kali lewat dan mengamati selokan tersebut cukup lama, namun tidak ada kejanggalan maupun benda yang dianggap tidak wajar.

"Jam 10.00 saya yakin tidak ada (mayat). Wong saya itu mengamati selokan ini cukup lama, saya baru mengetahui ada mayat pas melihat orang ramai-ramai datang ke sini (selokan) saat Dhuhur," katanya.

Menurut dia, mayat bocah tersebut pertama kali ditemukan Asri, wanita yang sedang menggarap sawah di dekat selokan yang hendak membersihkan tangan dan ingin melaksanakan sholat Dhuhur karena kebetulan sudah terdengar adzan.

Namun, kata dia, Asri mengaku melihat ada kaki bocah di selokan dekat sawah, namun karena takut, kemudian memanggil warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi termasuk dirinya untuk melihatnya secara bersama-sama.

Sementara itu orang tua korban, Panut mengatakan sebelum dikabarkan hilang, pada Selasa (9/10) siang korban terlihat bermain sepeda di sawah tidak jauh dari tempat ibunya membuat batu bata.

Ia menceritakan, korban bermain sepeda besar yang distandarkan dan sambil membersihkan batu bata usai dicetak, ibu korban sesekali menengok untuk melihat, karena memang ibu membelakangai korban yang sedang bermain.

"Selang beberapa lama kemudian ada saudara lewat dan ibunya mengira Mareta ikut saudara tersebut, karena dilihat tidak ada, namun ketika sampai rumah Mareta tidak pulang dan dicari sampai malam tidak ketemu," katanya.

Atas kejadian tersebut, saat itu keluarga terus berupaya mencari korban termasuk melaporkan hilangnya Mareta ke Polsek Banguntapan, namun hingga Rabu pagi korban belum ditemukan dan baru siangnya ditemukan di selokan.

Pengamatan di lokasi kejadian, lokasi penemuan mayat korban tersebut berada di sekitar satu kilometer dari tempat bocah tersebut yang sebelumnya dikabarkan main sepeda bersama ibunya, sehingga dugaan kuat korban tercebur selokan dan terseret.

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar