Logo Header Antaranews Jogja

Kadin dorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya

Rabu, 16 Oktober 2013 15:53 WIB
Image Print
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya oleh kalangan pelaku usaha menyambut masyarakat ekonomi ASEAN 2015.

"Perlu serius dimanfaatkan keotentikan kekayaan yang tidak lekang oleh waktu yakni kebudayaan asli Indonesia dalam pengembangan industri kreatif ke depan," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kadin di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan mengembangkan industri berbasis budaya akan berpotensi efektif dalam menggerakkan perekonomian rakyat. hal itu disebabkan dalam mekanisme pelaksanaannya secara langsung atau tidak akan banyak melibatkan industri kerajinan di tingkat lokal yang berasal dari masyarakat.

"Pengembangan industri berbasis budaya akan berpegang pada falsafah "dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat"," katanya.

Dalam pelaksanaanya, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada produk dan pasar saja, melainkan mementingkan keterlibatan masyarakat luas dalam proses produksi.

Industri tersebut, lanjut dia, pada dasarnya memang telah memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Selain banyak diminati oleh bangsa Indonesia secara umum, juga menarik minat wisatawan mancanegara.

"Sektor pariwisata yang ditunjang oleh industri berbasis budaya dapat meningkatkan kedatangan wisatawan ke Indonesia. Masa tinggal wisatawan dengan sendirinya akan meningkatkan transaksi ekonomi. Nilai budaya itu sendiri pun ikut meningkat," katanya.

Seperti halnya di berbagai negara lainnya, kata dia, industri kreatif berbasis budaya termasuk menjadi sektor pendorong bagi pertumbuhan sektor ekonomi.

Namun demikian, kata dia, hingga saat ini kontribusi ekspor dan produk domestik bruto (PDB) dari industri berbasis budaya dan industri kreatif di Indonesia masih sekitar 1 persen."padahal prospek pengembangannya ke depan sangat besar," katanya.

selain itu, ia menambahkan dengan mengembangkan industri kreatif berbasis budaya, juga akan berperan strategis dalam upaya memperkuat identitas bangsa di tengah pesatnya arus budaya luar.

"Kita tentu tidak dapat membendung datangnya globalisasi ke pasaran Indonesia. Yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan kecintaan masyarakat kita sendiri melalui produk-produk kreatif lokal berbasis budaya," katanya.


(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026