
Presiden: ajak dialog warga yang belum relokasi

Sleman (Antara Jogja) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan pemda dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus berupaya persuasif dan melakukan dialog dengan warga di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, belum bersedia direlokasi dan masih tinggal di area berbahaya atau kawasan rawan bencana III Gunung Merapi.
"Dengan upaya yang konsisten warga yang masih tinggal di area berbahaya akan bersedia pindah di lokasi yang lebih aman," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika berkunjung ke hunian tetap (huntap) korban bencana Gunung Merapi di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY, Jumat.
Menurut dia, untuk prasarana yang dibutuhkan para warga yang ada disekitar hunian tetap ini, diharapkan agar pemerintah menggunakan anggaran negara, namun apabila bisa diatasi pemerintah daerah bisa dianggarkan oleh pemerintah daerah.
Dalam kesempatan ini Presiden juga berdialog dengan warga yang diwakili Kepala Desa Kepuharjo yang menyampaikan perlunya jembatan untuk sarana transportasi bagi anak-anak sekolah, kerusakan jalur evakuasi bencana erupsi Merapi sepanjang delapan kilometer, dan masih belum terealisasikannya bantuan 500 ekor sapi dari BNPB.
Menanggapi keluhan warga ini Presiden langsung memerintahkan kepada Menteri PU untuk segera menindak lanjuti dengan meninjau ke lapangan, sehingga segera dapat direalisasikan dan untuk bantuan 500 ekor sapi, SBY meminta kepala BNPB Syamsul Maarif agar dapat direalisasikan secepatnya, karena masyarakat korban erupsi merapi sebagian besar adalah peternak dan pemerah susu.
Presiden juga meminta agar masyarakat Huntap untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, merawat dan menjaga bangunan rumahnya agar tidak cepat rusak.
Presiden beserta rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke rumah-rumah warga di area Huntap untuk berdialog langsung dengan penghuni huntap dan melakukan penanam pohon pinus bersama Ibu Negara Ani Yudoyono.
Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, sebanyak 656 kepala keluarga (KK) di tiga dusun yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi, yakni Dusun Kali Tengah Lor, Kali Tengah Kidul dan Srunen di Desa Glagaharjo belum mau turun/direlokasi.
"Namun, informasi terakhir sejumlah 49 KK sudah siap turun dan Pemerintah mulai November akan segera membangunkan rumah bagi mereka," ujarnya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
