Logo Header Antaranews Jogja

Polres Gunung Kidul amankan 30 imigran gelap

Sabtu, 19 Oktober 2013 10:35 WIB
Image Print
Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan imigram gelap. Imigran tersebut dikumpulkan di Makopolres Gunung Kidul. (Foto Mamiek/Antara)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan kembali 18 orang imigran gelap setelah sebelumnya Polsek Saptosari mengamankan 12 imigran dari Somalia di Pantai Parangracuk.

Kapolres Gunung Kidul AKBP Faried Zulkarenaen di Gunung Kidul, Sabtu, mengatakan total imigran gelap yang diamankan petugas kepolisian yakni 30 orang dengan berbagai warga negara asing yakni Somalia, Aratrea, Myanmar dan Iran di Pantai Baron.

"Saat ini, sebanyak 30 imigran tersebut diamankan di Markas Polres Gunung Kidul guna pengembangan lebih lanjut," kata dia.

Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan terhadap imigran, tujuannya mereka mencari perlindungan ke Australia karena di negara mereka masing-masing saat ini sedang terjadi pergolakan politik hingga terjadi pembunuhan setiap hari.

"Kondisi keamanan tersebut membuat mereka ketakutan dan mendorong mereka mencari keselamatan dengan mencari suaka ke Australia. Saat ini, 30 imigran masih menjalani proses identifikasi untuk selanjutnya menunggu penjemputan petugas imigrasi dan International Organization for Migration atau Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM)," kata Faried.

Selain mengamankan 30 imigran, lanjut Faried, petugas juga mengamankan dua orang anak buah kapal (ABK) bernama Dani Hermawan (28) warga Sendangbiru, Malang Selatan, Jawa Timur dan Sandika Prayudi (26) asal Jalan Tanah Sereal 09, Jakarta.

"Keduanya saat ini masih diperiksa intensif di Satuan Reskrim Polres Gunung Kidul. Kami belum bisa menetapkan status mereka sebagai apa, yang jelas hingga saat ini masih terperiksa," kata dia.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu ABK, lanjut Faried, kapal datang dari Jakarta, Imigran naik dari Pantai Baron ke Pulau Christmas, tapi ditinggal oleh nahkodanya.

Penyelundupan imigran gelap ini menurut Faried dilakukan oleh sebuah jaringan. Namun petugas mengalami kendala untuk mengungkap karena jaringannya terputus.

"Ini merupakan jaringan. Mereka sistemnya jaringan terputus, dalam hal ini Dani dikorbankan. Sementara Medi dan teman-temannya melarikan diri," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026