Logo Header Antaranews Jogja

Aktivitas pendakian menuju Gunung Lokon masih ditutup

Minggu, 20 Oktober 2013 20:02 WIB
Image Print
Gunung Lokon (Foto antaranews.com)

Tomohon (Antara Jogja) - Aktivitas Pendakian menuju kawah atau puncak Gunung Lokon, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara masih ditutup karena statusnya masih dikategorikan tinggi.

"Pendakian atau apapun aktivitas warga yang dilakukan di dalam radius bahaya dua koma lima kilometer, masih dilarang. Apalagi hingga kini pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi atau PVMBG Bandung masih menetapkan status siaga pada level tiga," kata Camat Tomohon Utara, Daniel E Pontonuwu, di Tomohon, Minggu.

Dia mengatakan, Kelurahan Kinilow I, Kinilow dan Kakaskasen I masuk dalam daerah rawan bencana sehingga kesiapsigaan harus ditingkatkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Paling penting adalah tidak melakukan aktivitas di radius bahaya. Karena itu pintu-pintu masuk menuju ke kawah atau puncak Gunung Lokon akan dikoordinasikan dengan kepala kelurahan agar diawasi sehingga tidak ada yang menerobos masuk," katanya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengataman Gunung Api Lokon dan Mahawu, PVMBG Bandung di Kakaskasen, Farid Ruskanda Bina mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Lokon masih fluktuatif dan belum terjadi penurunan seperti yang diprediksi sebelumnya.

Sebab kata dia, data rekaman aktivitas beberapa hari terakhir ini masih terjadi suplai-suplai energi yang ditandai dengan gempa vulkanik dangkal dan dalam.

Pada 13 Oktober terekam dua kali gempa vulkanik dalam dan 15 kali gempa vulkanik dangkal, 14 Oktober lima kali gempa vulkanik dalam dan 13 kali gempa vulkanik dangkal, 15 Oktober terekam 15 kali gempa vulkanik dalam dan 19 kali gempa vulkanik dangkal sementara 16 Oktober terekam empat kali gempa vulkanik dalam dan 12 kali gempa vulkanik dangkal.

"Ini menandakan aktivitas Gunung Lokon masih tinggi sehingga sangat diharapkan aktivitas pendakian jangan dilakukan sebelum PVMBG menurunkan statusnya ke level yang lebih rendah," katanya.

Gunung Lokon terakhir meletus pada 9-12 September, melontarkan material debu dan menghujani permukiman penduduk yang ada di arah sebelah barat dan barat laut kawah.(KR-KAP)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026