Cornelia Agatha bacakan puisi di tengah demonstran

id cornelia agatha artis

Cornelia Agatha bacakan puisi di tengah demonstran

ilustrasi artis Cornelia Agatha membaca puisi (foto Antara)

Serang (Antara Jogja) - Artis Cornelia Agatha sengaja datang ke tengah kerumunan pengunjuk rasa anti korupsi di Banten dan langsung membacakan sebuah puisi di tengah aksi mahasiswa di Serang, Senin.

Artis pemeran Sarah di film 'Si Doel Anak Sekolahan tersebut' membacakan puisi berjudul 'Sajak Potret Keluarga' karya WS Rendra di depan ratusan pengunjuk rasa anti korupsi di depan kantor Gubernur Banten Jl Brigjen KH Sjam'un di Kota Serang.

"Suamiku asik dengan mobil mewahnya padahal hidup penuh dengan hutang, mereka asyik dengan hutang-hutangnya," demikian diantara bait puisi yang dibacakan Cornelia Agatha dihadapan pengunjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Banten Untuk Rakyat (Gebrak).

Ia mengaku sangat prihatin dengan berbagai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia termasuk di Banten. Ia mengaku datang ke Banten diajak rekannya untuk bergabung dengan aksi unjuk rasa anti korupsi di Provinsi Banten.

"Saya datang ke sini hanya ingin memberikan suport bagi rekan-rekan pengunjuk rasa anti korupsi di Banten. Saya melihat dalam berbagai pemberitaan, korupsi di Banten memprihatinkan," kata Cornelia Agatha.

Ia mengaku tidak ada motif apapun dibalik keikutsertaannya dalam aksi unjuk rasa anti korupsi, kecuali karena rasa kepedulian terhadap bangsa Indonesia yang saat ini terjadi banyak kasus korupsi.

"Kalau yang tujuannya baik, tentu saya akan mendukung," katanya.    

Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen kampus di Banten berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Banten di Serang, Senin, menuntut penuntasan berbagai kasus dugaan korupsi di Banten.

Unjuk rasa mahasiswa dalam rangka memperingati hari anti korupsi se-dunia, dilakukan dengan cara 'longmarch' di jalan raya utama Kota Serang menuju Kantor Gubernur Banten Jalan Brigjen Kyai Sjam'un.

Kedatangan pengunjukrasa  yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Banten Untuk Rakyat (Gebrak), dihalangi pagar kawat berduri yang mengelilingi jalan menuju kantor Gubernur Banten dan juga Kantor Bupati Serang. Sehingga para mahasiswa tidak bisa mendekat kompleks perkantoran dan hanya berorasi di tengah jalan depan alun-alun Barat Kota Serang.
(U.M045)
Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar