Kematian belasan itik Umbulharjo negatif flu burung

id itik flu burung

Kematian belasan itik Umbulharjo negatif flu burung

ilustrasi. seruu.com (flu burung)

Jogja (Antara Jogja) - Kematian belasan itik secara mendadak di wilayah Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada awal Februari dinyatakan negatif flu burung atau bukan disebabkan oleh virus flu burung.

"Dari hasil `rapid test` yang dikuatkan dengan hasil tes di laboratorium Balai Besar Veteriner, kematian itik di kecamatan tersebut bukan disebabkan virus flu burung," kata Kepala Seksi Pengawasan Mutu dan Kesehatan Hewan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Endang Finiarti di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Endang, kematian 18 ekor itik tersebut disebabkan oleh kondisi kandang yang kurang memadai karena peternak memasukkan 200 ekor itik berusia satu bulan dalam satu kandang berukuran 1,5 x 1,5 meter.

Ukuran kandang tersebut, lanjut dia, terlalu sempit untuk memelihara sekitar 200 ekor itik.

Meskipun uji laboratorium menunjukkan hasil negatif flu burung, namun Endang meminta agar masyarakat tetap memperhatikan kondisi kandang, baik ukuran, dan kebersihannya, termasuk kebersihan di lingkungan sekitar kandang.

Pembersihan kandang dan lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan penyemprotran disinfektan secara rutin, setidaknya dua kali dalam satu pekan.

Peternak, lanjut dia, dapat mengajukan permohonan permintaan disinfektan ke Bagian Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta.

"Stok disinfektan masih sangat mencukupi. Kami akan memberikan disinfektan tersebut secara gratis kepada masyarakat apabila ada permohonan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Suyana mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memberikan respon cepat atas laporan dari masyarakat.

"Masyarakat yang menemukan unggas mati mendadak, harus segera melaporkan ke petugas. Petugas akan melakukan tes cepat kepada sampel unggas yang mati sehingga bisa dilakukan antisipasi yang tepat," katanya.

(E013)
Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar