Pendidik dinilai berperan penting tanamkan nasionalisme

id guru

Pendidik dinilai berperan penting tanamkan nasionalisme

Ilustrasi guru taman-kanak (foto sukabumitoday.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Pendidik baik guru maupun dosen memegang peranan penting dalam menanamkan nasionalisme dan patriotisme kepada anak didik, kata Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokol Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Sigit Haryanta.

"Pendidik memegang peranan penting menyampaikan informasi kepada anak didik terkait dengan kebijakan dan program tentang pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dan nilai-nilai kebangsaan," katanya di Yogyakarta, Kamis.

Pada lokakarya "Pembentukan Karakter Siswa Dengan Menanamkan Nilai-nilai Budaya Bangsa dan Nilai-nilai Kebangsaan", ia mengatakan hal itu dalam upaya membentuk karakter siswa yang berkepribadian baik.

Kepribadian itu, kata dia, didasari nilai-nilai dan norma nasional sebagai pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti memiliki kebanggaan dan cinta Tanah Air serta kelestariannya.

"Selain itu, juga nilai-nilai kebersamaan seperti saling menghormati, saling menghargai, saling mencintai, dan saling menolong antarsesama warga negara," katanya.

Pengageng Tepas Dwarapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatiningrat mengatakan, untuk mendidik anak-anak sekarang guru harus menjadi contoh bukan membuat contoh agar betul-betul menjadi teladan.

"Seharusnya para pendidik khususnya di Yogyakarta bercermin dan membuka kembali apa yang telah dicontohkan Sri Sultan Hamengku Buwono I," katanya.

Menurut dia, Sri Sultan Hamengku Buwono I telah mewariskan ajaran yakni "mangasah mingising budi, memasuh malaning bumi, dan hamemayu hayuning bawono".

"Mangasah mingising budi" artinya memperdalam ketajaman dan kepekaan hati, "memasuh malaning bumi" artinya membersihkan kotoran bumi seperti maksiat, korupsi, dan mabuk-mabukan.

"Hamemayu hayuning bawono" mengandung makna kewajiban melindungi, memelihara serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat daripada memenuhi ambisi pribadi.

"Dunia yang dimaksud mencakup seluruh perikehidupan baik dalam skala kecil atau keluarga maupun masyarakat dan lingkungan hidupnya dengan mengutamakan darma bakti untuk kehidupan orang banyak dan tidak mementingkan diri sendiri," katanya.

(B015)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar