
Wamenhub: Jepang tertarik kembangkan sektor transportasi Indonesia

Jakarta (Antara Jogja) - Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan pemerintah Jepang tertarik untuk mengembangkan fasilitas dan sarana dari berbagai jenis moda transportasi guna meningkatkan sektor transportasi Indonesia.
"Tujuan dilakukan kerja sama dengan Jepang antara lain berperan serta dalam pembangunan transportasi di Indonesia dengan penyusunan kebijakan di bidang transportasi dan peningkatan infrastruktur," kata Wamenhub dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Bambang memaparkan, beberapa hal yang ditawarkan oleh pemerintah RI kepada Jepang yaitu antara lain menyangkut pengembangan sejumlah bandara, pelabuhan dan pengembangan kereta jalur Jakarta- Surabaya.
Menurut dia, Jepang tertarik dengan rencana proyek kereta api cepat atau High Speed Rail yang dibangun jalur kota dengan Bandara Soekarno-Hatta dan Jakarta-Surabaya yang membutuhkan anggaran sekitar Rp18 triliun.
Selain itu, Jepang juga tertarik pembangunan bandara kecil di daerah-daerah pelosok, Kapal Roro dari Singapura ke Jakarta, Pelabuhan Cilamaya, landasan ketiga Bandara Soekarno-Hatta, bandara baru di Karawang, dan sistim navigasi di Indonesia.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menawarkan skema kerja sama publik swasta (KPS) kepada investor internasional seperti yang telah dilakukan di sejumlah acara, misalnya Internasional Transport Forum (ITF) 2014 di Jerman, 21--23 Mei.
"Indonesia menghadapi kompleksitas dalam membangun prasarana transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Untuk itu, skema Public Private Partnership (nama lain KPS) dalam pembangunan prasarana transportasi di Indonesia menjadi sesuatu yang penting," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/5).
Dalam sektor perkeretaapian, Wamenhub dalam ITF menyampaikan bahwa rata-rata jumlah penumpang kereta api di Indonesia adalah 216,17 juta penumpang per tahun dan untuk barang adalah 6,26 juta ton/tahun dengan total panjang jaringan jalan rel di Sumatra 1.835 km dan di Jawa 6.324 km.
Untuk itu, ujar dia, pemerintah RI memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk turut berinvestasi di Indonesia.
"Untuk mendukung partisipasi tersebut, Pemerintah menyederhanakan kebijakan dan regulasi di sektor perekeretaapian," katanya.
Sementara itu, di bidang perhubungan udara, Wamenhub menyampaikan perkembangan penerbangan di Indonesia yang pertumbuhannya rata-rata penumpang adalah 15,26 persen per tahun di rute domestik dan 21,9 persen per tahun di internasional selama lima tahun terakhir.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga dinilai menghadapi kompleksitas dalam membangun transportasi laut, terutama pembangunan pelabuhan laut yang bisa mendukung aktivitas ekspor impor.
Wamenhub mengakui bahwa banyak tantangan untuk mengembangkan transportasi intermoda yang efektif dan efisien serta sistem logistik yang terintegrasi sehingga diperlukan komitmen yang kuat untuk meningkatkan infrastruktur transportasi yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan regional.
(M040)
Pewarta : Oleh Muhammad Razi Rahman
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
