PBB: pembatasan penerbangan hambat reaksi tanggap Ebola

id pbb pembatasan ebola

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ipoetmedia.blogspot.com )

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA Jogja) - PBB pada Senin (25/8) memperingatkan pembatasan penerbangan ke dan dari negara Afrika Barat yang diserang Ebola dapat menghambat kemampuan masyarakat internasional untuk terbang dan mengubah wabah saat ini penyakit virus mematikan tersebut.

"Sistem PBB dipusatkan pada penanganan wabah serius penyakit virus Ebola di Afrika Barat. Namun, ada tantangan dengan angkutan udara ke dan dari negara yang terpengaruh," kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric dalam satu taklimat harian.

"Pembatasan saat ini atas penerbangan ke dan dari negara yang terpengaruh, dan pembatasan atas pesawat yang berasal dari negara ini yang singgah di bandar udara di negara tetangga, meskipun dapat dipahami, tak diberi wewenang" katanya.

Ia menegaskan tindakan itu bukan langkah optimal bagi pengendalian masuknya penyakit virus Ebola, sebab itu "tak mencerminkan apa yang diketahui mengenai cara virus tersebut menular antar-manusia".

"Tiga pertimbangan penting untuk diingat oleh masyarakat pada umumnya: Ebola tak menyebar melalui kontak udara; penularan tak mungkin terjadi melalui air atau makanan; orang yang terinfeksi virus Ebola tidak menular sampai gejala muncul; Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh seseorang yang sakit akibat virus itu," kata Dujarric, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Menurut juru bicara PBB tersebut, protokol dapat ditetapkan dengan baik untuk menjaga penyebaran, yaitu, orang yang tertular Ebola memperlihatkan gejalan infeksi dapat diidentifikasi sebelum orang itu naik pesawat dan dicegah melakukan perjalanan.

Sebagai penjagaan tambahan, pendeteksian saat kedatangan dapat memicu, jika perlu, protokol bagi pengisolasian pasien dan pengabsahan penularan, kata Dujarric.

"Kecenderungan pembatasan saat ini atas pesawat memiliki dampak besar pada upaya untuk mengendalikan penyakit tersebut," ia menambahkan. "Pembaasan penerbangan saat ini menghambat gerakan ahli internasional yang terlibat dalam upaya pengendalian.

Dujarric berkeras pembatasan penerbangan menghambat kemampuan organisasi bantuan untuk mengerahkan personel mereka dalam mendukung upaya pengurangan dan tanggap krisis.

penerjemah:C003


Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar