
Aspar bidik kemenangan di kejuaraan dunia Spanyol

Jakarta (Antara Jogja) - Atlet panjat tebing Indonesia Aspar Jaelolo membidik kemenangan pada kejuaraaan IFSC World Championship 2014 di Gijon, Spanyol, 8-14 Septermber, meski lawannya menempati peringkat 10 besar dunia.
"Harapan saya memang bisa menjadi juara dunia. Makanya kami akan berusaha semaksimal mungkin pada kejuaraan nanti," kata Aspar Jaelolo di Jakarta, Rabu.
Keinginan atlet kelahiran Wani, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988 untuk menjadi yang terbaik bukan tanpa alasan, karena selama ini telah berprestasi di tingkat internasional, salah satunya meraih emas pada KIA World Extreme Climbing Championship di Tiongkok.
Atlet yang sudah kenyang pengalaman ini pada kejuaraan IFSC World Championship 2014 akan turun dinomor speed world record atau menaiki papan dengan tinggi 15 meter. Catatan waktu tercepat dipastikan menjadi yang terbaik.
Selama ini, catatan waktu yang dibukukan oleh Aspar Jaelolo adalah lima detik. Jika dilihat catatan waktu yang dimiliki, peluang untuk menekan atlet internasional seperti dari Rusia, Tiongkok, Ukraina, Polandia dan Ceko.
"Ini adalah kesempatan saya. Makanya saya terus berlatih termasuk simulasi kejuaraan dengan atlet panjat tebing yang lain. Mohon dukungannya," kata atlet yang saat ini menduduki peringkat 12 dunia itu.
Aspar Jaelolo pergi ke Spanyol tidak sendirian, namun didampingi atlet putri yang akan turun dikelas yang sama yaitu Tita Supita. Atlet kelahiran Subang, 15 November 1987 ini merupakan atlet yang prestasinya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"Dari sisi kemampuan, atlet Indonesia tidak kalah. Sama dengan atlet internasional. Tinggal bagaiman strategi saat bertandingan saja. Siapa yang fokus dialah yang akan menjadi juara," kata pelatih Aspar dan Tita, Hendra Basir.
Menurut dia, khusus untuk Aspar dipastikan akan mendapatkan tekanan yang berat dari peringkat satu dunia asal Ukraina yaitu Boldyrey Danylo serta peringkat dua asal Tiongkok, Zhong Oixin. Meski demikian pihaknya optimistis atletnya mampu menjadi yang terbaik. "Untuk Tita kami harapkan bisa masuk delapan besar atau bahkan semifinal," katanya.
Sementara itu Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Dhohir Farisi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan kesempatan bagi atlet potensial menunjukkan kemampuan terbaiknya pada kejuaraan internasional.
"Untuk menjadi juara dunia memang harus turun didelapan seri. Meski demikian, dengan sisa tiga seri yang ada, atlet Indonesia diharapkan mampu menjadi yang terbaik," katanya.
Menurut dia, demi mengembangkan olahraga panjat tebing di Indonesia, pihaknya akan segera melakukan penataan dan pendataan atlet yang ada. Hal ini dilakukan agar lebih mudah dalam melakukan pembinaan termasuk dalam hal pengiriman atlet ke luar negeri.
Panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang akan diusulkan masuk pada Asian Games 2018. Hal tersebut berpeluang terjadi jika Indonesia nantinya ditetapkan sebagai tuan rumah kejuaraan olahraga terbesar di Asia itu.
(B016)
Pewarta : Oleh Bayu Kuncahyo
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
