Agus Prayogo dan Yulianingsih juarai lomba 10-K

id agus prayogo dan

Agus Prayogo dan Yulianingsih juarai lomba 10-K

Agus Prayogo (Foto antaranews.com)

Surabaya (Antara Jogja) - Pelari nasional Agus Prayogo dan Yulianingsih asal Jawa Timur masing-masing menjuarai kelompok putra dan putri kategori atlet pada lomba lari 10 kilometer dalam rangka HUT ke-69 TNI di Surabaya, Minggu.

Peraih medali emas SEA Games, Agus Prayogo, sampai di garis finis pertama di Lapangan Markas Kodam V Brawijaya dengan catatan waktu 33,18 menit, sementara Yulianingsih menjadi yang tercepat di sektor putri setelah membukukan waktu 39,19 detik.

Sebagai pemenang kategori atlet, kedua pelari tersebut berhak menerima hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp50 juta yang diserahkan langsung Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kapolri Jenderal Pol Sutarman dan Gubernur Jatim Soekarwo serta jajaran petinggi TNI.

Akan tetapi, catatan waktu yang dibukukan Agus Prayogo maupun Yulianingsih pada perlombaan kali ini belum mampu memecahkan rekor nasional, sehingga hadiah khusus dua unit mobil yang disiapkan panitia penyelenggara gagal mereka bawa pulang.

"Saya bersyukur bisa menjadi juara, meskipun gagal memecahkan rekor nasional. Persiapan saya menghadapi perlombaan ini juga tidak terlalu optimal dan rute lomba juga melewati jalan berbelok-belok," kata Agus Prayogo, selepas masuk finis.

Sedangkan rekor nasional 10-K untuk putra masih dipegang Eduardus Nabunome dengan catatan waktu 29,55 menit, sedangkan rekor putri atas nama Triyaningsih dengan waktu 32,33 menit.

Sejak bendera start dikibarkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dari depan Gedung Negara Grahadi, Agus Prayogo yang juga anggota TNI Angkatan Darat itu langsung melesat dan dikuntit beberapa pelari lainnya.

Namun, sekitar satu kilometer menjelang garis finis, atlet yang kini membela Jawa Barat itu semakin meningkatkan kecepatan larinya dan meninggalkan beberapa pesaingnya.

Agus Prayogo akhirnya berhasil masuk finis pertama, diikuti pelari asal Sumatera Selatan, Jauhari Johan, di posisi kedua yang tertinggal 34 detik dan Nursodiq (Yogyakarta) di urutan ketiga dengan terpaut 40 detik.

Sementara pada bagian putri, batal hadirnya pemegang rekor nasional Triyaningsih karena belum pulih dari cedera, dimanfaatkan pelari tuan rumah Jatim Yulianingsih untuk menjadi yang tercepat.

Pelari asal Mojokerto itu mencapai finis pertama setelah beradu cepat dengan dua pesaing utamanya dari Nusa Tenggara Timur, masing-masing Apriani Paijo yang mencatat waktu 40,14 menit dan mantan atlet nasional Olivia Sadi dengan waktu 40,15 menit.

Penanggung Jawab Teknis Lomba 10-K HUT ke-69 TNI, Edi Mintarto mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan para atlet tidak mampu memecahkan rekor nasional, yakni persiapan yang kurang maksimal dan rute lomba melewati jalan berbelok-belok.

"Eduardus Nabunome dan Triyaningsih bisa mencatatkan rekor nasional, karena mereka memang sudah disiapkan secara maksimal. Namun, secara umum pelaksanaan lomba kali ini berjalan lancar," kata Edi Mintarto yang juga Ketua Harian PASI Jatim.

Selain kategori atlet, lomba lari 10-K HUT ke-69 TNI juga melombakan kategori TNI/Polri, umum dan pelajar, dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 13.584 orang. Lomba ini memperebutkan total hadiah sekitar Rp400 juta.

(D010)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar