Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo harapkan bandara kedepankan muatan lokal keistimewaan

Senin, 15 September 2014 13:20 WIB
Image Print
Lambang Kabupaten Kulon Progo (istimewa)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pembangunan bandara di kabupaten setempat mengedepankan konsep muatan lokal berbasis keistimewaan.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Senin, mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan ke Mumbai, India, untuk bertemu JVK dengan investor pembangunan bandara.

"Kami ke sana mencari referensi bandara di Mumbai, India. Tujuan gubernur ke India bersama kami itu untuk melihat referensi bandara di sana," kata Hasto.

Sebab, menurut Hasto, selama ini PT Angkasa Pura telah menjalin komunikasi dengan JVC, salah satu perusahaan yang akan membantu PT Angkasa Pura membangun bandara di Kulon Progo.

"Sehingga, untuk referensi itu, kami melihat seperti apa bandara yang sudah dibangun JVC di Mumbai, India," katanya.

Bupati mengatakan secara fisik bandara yang akan diadopsi itu yakni yang menampilkan muatan lokal.

"Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X) mengatakan ada kesamaan bandara di Mumbai, India dengan yang akan kita cita-citakan itu," kata Hasto.

Ia mengatakan Sultan menilai bahwa bandara di Mumbai menampilkan muatan lokal, seperti keistimewaan kalau di DIY.

Sedangkan di Mumbai, India, ada bangunan peninggalan sejarah, karya budaya, sastra, dan lokal genius, atau budaya lokal.

Harapannya, kata Hasto, bandara tersebut bukan sekadar sarana transportasi semata, tapi juga sebagai sarana ekspos terhadap karya sastra, karya seni, budaya dan sejarah.

Menurut dia, hal tersebut yang membuat ada kesamaan dengan Mumbai, India.

"Sehingga, kami akan mencontohkan bagaimana menampilkan DIY dalam miniatur, baik budaya maupun seni di airport. Harapannya, kita membangun bandara itu memiliki karakteristik daerah," katanya.

Terkait sosialisasi rencana pembangunan bandara kepada masyarakat, kata Hasto, PT Angkasa Pura, Pemda DIY, dan BPN akan melakukan sosialisasi secara intensif selama 10 hari, dimukai pada Selasa (16/9).

Pada dasarnya, kata dia, sosialisasi dilakukan sejak 5 September hingga 25 September 2014, atau 20 hari.

Selama itu, tiga tim yang telah dibentuk akan menyosialisasikan ke beberapa desa yang terdampak pembangunan bandara tersebut secara maraton, agar sosialisasi cepat selesai.

"Hari ini kami melakukan konsolidasi dengan tim sosialisasi yang telah ditunjuk gubernur. Konsolidasi ini bertujuan supaya apa yang disampaikan kepada masyarakat tidak menimbulkan konflik," katanya.

Untuk itu, kata dia, sosialisasi harus mengedepankan kearifan lokal. "Kami minta tim sosialisasi terlebih dahulu presentasi, sebelum dipresentasikan kepada masyarakat," kata Hasto.
KR-STR



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026