Logo Header Antaranews Jogja

Depok berupaya jadi barometer kerukunan antaretnis

Rabu, 15 Oktober 2014 20:07 WIB
Image Print
Ilustrasi latihan tari tradisional Jawa (Foto antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Wilayah Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki penduduk dari beragam etnis terus berupaya menjadi barometer kerukunan antaretnis dengan menekan "gesekan" yang sering muncul di masyarakat.

"Kami terus berupaya menekan `gesekan` antaretnis maupun elemen masyarakat, dan menjadikan wilayah ini sebagai barometer kerukunan antaretnis di Sleman maupun DIY," kata Camat Depok Budiharjo, Rabu.

Menurut dia, banyaknya sekolah maupun perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Depok membawa konsekuensi banyak pula pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang tinggal di wilayah ini.

"Beragam suku dan budaya dan kompleksitas permasalahan mengakibatkan mudahnya terjadi gesekan di wilayah Depok," katanya.

Ia mengatakan saat ini penduduk di Depok tercatat sebanyak 129 ribu jiwa dan masih ditamnah warga pendatang yang belajar di Depok.

"Berbagai macam latar belakang etnis budaya dan ekonomi, bisa menimbulkan masalah jika tidak dikelola dengan baik, gesekan sering terjadi," katanya.

Budiharjo mengatakan, atas potensi kerawanan tersebut maka diupayalan kehidupan yang harmonis di masyarakat bisa tumbuh.

"Salah satu upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan seni budaya, untuk mempererat tali persausdaraan dan merndekatkan elemen-elemen yang ada di Depok," katanya.

Ia mengatakan, berawal dari gagasan tersebut beberapa komunitas seperti unsur perguruan tinggi, Forum Pembaruan Kebangsaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pemerintah desa sepakat menyelenggarakan gelar seni budaya Sabang - Merauke dengan tema Merajut Seni Budaya, Membangun Kehidupan Harmoni Bersama Masyarakat pada 18 Oktober.

"Ini bukan masalah fesrtival seni budaya saja, tetapi bagaimanabisa mempersatukan elemen-elemen yang ada di Depok," katanya.

Ketua Panitia Festival Seni Budaya Sabang - Merauke Pramono mengatakan kegiatan ini akan menampilkan unsur muspika berbaur denganb mahasiswa/mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi.

"Mereka akan menyajikan berbagai seni budaya dari berbagai daerah, namun untuk pemain merupakan campuran dari berbagai etnis yang ada. Bahkan nanti para panitia juga akan mengenakan berbagai baju adat daerah dan mengarahkan para undangan dan masyarakat yang hadir agar bisa berbaur dengan akrab," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026