Pemasaran bibit plasma nutfah pisang akan diperluas

id pemasaran bibit plasma

Pemasaran bibit plasma nutfah pisang akan diperluas

Ilustrasi (Foto yogyakarta.panduanwisata.com)

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta mulai melirik secara serius potensi kebun plasma nutfah pisang dengan upaya memperluas pemasaran bibit yang dihasilkan.

"Kebutuhan bibit pisang di DIY, bahkan di Jawa, sangat besar. Pasar yang cukup terbuka lebar ini harus bisa diambil," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, kebun plasma nutfah pisang di Yogyakarta tersebut adalah satu-satunya kebun yang ada di Pulau Jawa sehingga seharusnya memiliki kesempatan luas untuk dapat memenuhi permintaan bibit pisang dari masyarakat.

Selama ini, lanjut dia, bibit pisang yang dihasilkan kebun plasma nutfah tersebut baru sebatas digunakan untuk memenuhi permintaan lokal, seperti petani pisang.

"Kami pun mulai menggunakan bibit pisang yang dihasilkan oleh kebun plasma ini sebagai suvenir untuk beberapa acara. Bibit pisang ini bisa langsung ditanam," katanya.

Pengembangan bibit pisang yang dilakukan di kebun plasma nutfah tersebut sudah dilakukan dengan teknologi yang maju, yaitu menggunakan kultur jaringan sehingga mampu menghasilkan bibit dalam jumlah relatif sangat banyak.

"Sudah ada tiga tenaga yang sangat ahli dalam kultur jaringan bibit pisang. Di sana pun ada laboratorium untuk pengembangan bibit," katanya.

Suyana menyebut koleksi pisang yang ada di kebun plasma nutfah tersebut sangat banyak, bisa mencapai ratusan jenis pisang yang berasal dari seluruh Indonesia, bahkan ada juga jenis pisang dari luar negeri.

"Sayang sekali jika potensi yang cukup besar ini tidak bisa dimaksimalkan. Paling tidak, kami bisa memenuhi kebutuhan bibit dari DIY," katanya.

Kebun plasma nutfah pisang tersebut terletak di Giwangan Umbulharjo dan dibangun sejak 1988. Saat ini, ada sekitar 300 varietas pisang yang ada di kebun tersebut.

(E013)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar