Ratusan penumpang terlantar di Giwangan

id terminal di giwangan

Ratusan penumpang terlantar di Giwangan

Terminal Bus Yogyakarta (Foto Antara/Rizky)

Jogja (Antara Jogja) - Ratusan penumpang, khususnya tujuan Jawa Tengah bagian utara dan barat terlantar di Terminal Giwangan Yogyakarta akibat aksi mogok bus pascakenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Penumpang yang terlantar rata-rata akan melakukan perjalanan ke Semarang, Purwokerto, dan Purworejo. Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, sudah tidak ada bus yang masuk ke terminal untuk tujuan tersebut," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, bus dari Jawa Tengah bagian barat dihentikan di Purworejo, sedangkan bus dari Semarang dihentikan di Magelang.

Meskipun demikian, bus tujuan Solo dan Surabaya masih beroperasi meskipun jumlahnya tidak sebanyak hari biasa.

Sedangkan angkutan perkotaan di Yogyakarta masih tetap dapat dilayani dengan armada Transjogja, begitu pula bus antar kota dalam provinsi (AKDP) tujuan sejumlah kabupaten di DIY juga tetap beroperasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY Budi Antono mengatakan, sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasi tidak beroperasinya sejumlah bus menyusul munculnya instruksi dari Organda pascakenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Kami segera lakukan koordinasi dengan Organda DIY dan disepakati bahwa armada Transjogja, taksi dan Damri tetap beroperasi, begitu pula bus AKDP. Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak-pihak yang tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Selain berkoordinasi dengan Organda DIY, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan TNI/Polri serta pemerintah kota/kabupaten.

Korem 072 Pamungkas akan menyiapkan delapan bus, dan tujuh truk dengan 34 pengemudi, sedangkan Damri menyiapkan empat bus, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiagakan lima bus, Pemkab Bantul empat bus, Pemkab Kulon Progo dua bus dan Pemkab Gunung Kidul menyiapkan tiga bus.

Kendaraan yang disiapkan tersebut akan memberikan pelayanan hingga ke Magelang atau Purworejo, dan penumpang bisa melanjutkan perjalanan menuju ke kota berikutnya.

Salah satu calon penumpang di Terminal Giwangan, Sutami mengaku gelisah karena sudah lebih dari dua jam menunggu bus ke Purworejo namun tidak ada bus yang datang.

"Sudah ingin cepat sampai di Purworejo untuk menengok cucu, tapi tidak ada bus yang datang. Jika ada bus bantuan, tentu saya sangat senang," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Organda DIY Agus Adriyanto mengatakan, penghentian operasi dilakukan mengikuti keputusan nasional sebagai bentuk keprihatinan atas kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Harapannya, pemerintah lebih peduli terhadap angkutan darat," katanya. Pengentian operasi bus tersebut rencananya dilakukan satu hari.

(E013)

Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar