Dinkes Sleman rutin awasi jasa katering bersertifikat

id katering

Ilustrasi (Foto Istimewa)

Sleman (Antara Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara rutin memantau dan mengawasi jasa katering yang telah mendapatkan sertifikat "Laik Hygiene" jasaboga.

"Kami secara rutin melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap jasaboga bersertifikat `Laik Hygiene`. Pemantauan kami lakukan setiap enam bulan sekali," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, Rabu.

Menurut dia, pemantauan tersebut meliputi sanitasi lingkungan dengan melihat langsung sumber air bersih yang digunakan jasaboga.

"Pemantauan ini untuk memastikan sanitasi dari jasaboga benar-benar memenuhi standar kesehatan," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data, dari 145 usaha katering di Kabupaten Sleman, baik berskala kecil maupun besar, baru 33 usaha katering yang mendapatkan sertifikasi laik.

"Dari ratusan yang tidak memiliki sertifikasi tersebut, dua di antaranya merupakan katering penyedia makan di PT MTG, Kecamatan Ngaglik, Sleman, yang belum lama ini terjadi keracunan massal.

Sedangkan satu katering lagi sudah memiliki sertifikat jasaboga kelaikan, tetapi sejak dua tahun terakhir sudah kedaluwarsa dengan tidak memperpanjang permohonan kelaikannya.

Mafilindati juga mengatakan banyak jasa katering di Kabupaten Sleman yang belum masuk ke asosiasi jasaboga.

Sedangkan mengenai syarat untuk mengurus sertifikat laik, menurut dia, salah satu syaratnya harus masuk dalam asosiasi jasaboga. "Ya, kami imbau pelaku usaha jasa katering agar masuk menjadi anggota asosiasi jasaboga, dan selanjutnya mengurus sertifikat laik," katanya.

Para pekerja kontrak PT Mataram Tunggal Garmen di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, (Rabu 21/1) mengalami keracunan, dan harus dibawa ke Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, untuk mendapatkan perawatan.

(V001)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar