Bantul terbuka pelatihan sertifikasi makanan pengusaha katering

id katering

Ilustrasi masakan ikan laut (foto cipta-rasa-12.blogspot.com)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terbuka dalam memberikan pelatihan untuk mendapat sertifikasi makanan yang layak dan sehat bagi pengusaha katering makanan.

"Melihat kenyataan bahwa masih ada katering yang belum memenuhi syarat, terutama terkait sanitasi makanan, kalau diminta untuk memberi pelatihan kami terbuka," kata Kepala Seksi Regulasi pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul Agus Tri di Bantul, Kamis.

Menurut dia, syarat bagi perusahaan katering makanan untuk bisa mendapatkan sertifikat layak dari Dinkes adalah dengan mengikuti pelatihan terlebih dulu, dan di Bantul disediakan gratis bagi penyedia jasa makanan yang menginginkan.

"Di Bantul kami berikan gratis pelatihan untuk memperoleh sertifikasi kelayakan makanan, dan setiap tahun kami ada program pelatihan gratis," kata Agus.

Dengan demikian, pihaknya berharap bagi pengusaha katering makanan bisa memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memastikan higienitas makanan, karena dalam pelatihan itu juga ada peninjauan untuk memantau kualitas air dan sanitasi sekitar.

"Pelatihan tersebut harus dikuti baik pemilik dan karyawan katering, dan memang ada pengambilan dan peninjauan air dan kondisi tempat usaha, sehingga jika masih ada yang kurang bisa dipenuhi," katanya.

Sementara itu, kata dia, menanggapi adanya katering yang dimanfaatkan PT Dong Young Tress karena belum mengantongi sertifikat kelayakan makanan yang diduga sebagai penyebab buruh keracunan pihaknya menyarankan agar menanyakan ke Dinkes Kota Yogyakarta.

Sebab, kata dia, penyedia jasa makanan tersebut lokasinya di wilayah Kotagede Yogyakarta, sehingga menjadi kewenangan Dinkes Yogyakarta, meskipun perusahaan rambut palsu yang memanfaatkan jasa katering beralamat di Piyungan Bantul.

"Karena (katering) bukan dari Bantul, maka kami rekomendasikan ke Dinkes Kota (Yogyakarta) saja, mudah-mudahan (program pelatihan gratis) sama, karena kemungkinan tidak jauh beda dengan Bantul," katanya.


(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar