
Pemerintah tetap siapkan lahan warga KRB Merapi

"Meskipun mereka selama ini menolak untuk relokasi dan tetap bertahan di KRB III, namun kami tetap menyiapkan lahan yang aman jika sewaktu-waktu mereka bersedia relokasi," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD DIY, Dwiarto Setyabudi
Antara Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menyiapkan lahan relokasi yang aman bagi warga lereng Gunung Merapi yang sampai saat ini masih tinggal di Kawasan Rawan Bencana III.
"Meskipun mereka selama ini menolak untuk relokasi dan tetap bertahan di KRB III, namun kami tetap menyiapkan lahan yang aman jika sewaktu-waktu mereka bersedia relokasi," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD DIY, Dwiarto Setyabudi, Kamis.
Menurut dia, lahan tersebut juga siap untuk dibangun hunian tetap (huntap) bagi warga di KRB III yang akan relokasi.
"Program rehabilitasi dan rekonstruksi erupsi Merapi 2010 sudah selesai pada 2014. Namun masih ada sejumlah warga yang belum ingin direlokasi. Paling banyak di tiga padukuhan yakni Srunen, Kalitengah Lor, dan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman," katanya.
Ia mengatakan, ada sebanyak 656 kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di KRB III sampai saat ini.
"Kami terus melakukan sosialisasi dan pendekatan agar mereka bersedia untuk direlokasi. Meski mereka juga bahkan pernah membuat surat pernyataan, tidak ingin direlokasi," katanya.
Dwiarto mengatakan, meski warga tersebut masih enggan untuk menempati tempat
yang lebih aman, namun pihaknya juga selalu siap jika mereka berubah pikiran. Tanah untuk didirikan huntap telah ada.
"Program rehap rekon untuk warga lereng Merapi sudah selesai 2014. Sisa dana
pun sudah kita kembalikan ke BNPB. Tapi, untuk mereka yang masih di KRB III sudah disiapkan tanah jika sewaktu-waktu ingin pindah ke tempat aman," katanya.
Ia mengatakan, tanah yang disiapkan itu juga termasuk dari dana program rehap rekon sebelumnya. Sementara, untuk pendirian huntap baru, nantinya akan diupayakan.
"Karena dana sudah dikembalikan ke pusat, maka jika ada yang meminta huntap,
akan diupayakan dana dari kabupaten (Sleman) terlebih dahulu. Kalau belum cukup, baru kami membantu (provinsi). Kalau masih belum karena banyak yang minta, kami ajukan lagi ke pusat," katanya.
Ketika mereka berpindah ke tempat yang lebih aman, kata dia, warga tidak perlu khawatir nantinya kehilangan mata pencaharian. Sebab, di huntap mereka mendapatkan pendampingan-pendampingan, dan fasilitas yang cukup.
"Di kompleks huntap, juga didirikan fasilitas umum, seperti tempat pertemuan, listrik dan lainnya. Juga ada pembinaan ekonomi kreatif. Sedikit demi sedikit, kami berikan pelatihan," katanya.***4***
(U.V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
