Polres tetapkan empat DPO tersangka penyekapan siswi

id polres bantul

Polres tetapkan empat DPO tersangka penyekapan siswi

Mapolres Bantul (Foto Antara)

Bantul, (Antara Jogja) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan empat orang dalam daftar pencarian orang tersangka penyekapan siswi sekolah menengah atas di sebuah indekos pedukuhan Saman, Desa Bangunharjo, beberapa waktu lalu.

"Sampai dengan saat ini masih ada empat tersangka yang dalam pengejaran Polres Bantul. Kami berharap mereka yang masuk DPO (daftar pencarian orang) itu segera diketemukan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bantul AKP M. Kasim Akbar Bantilan usai merilis DPO kasus itu di Bantul, Kamis.

Menurut dia, ada sembilan tersangka yang terlibat dalam penyekapan dan penganiayaan terhadap LA (18), siswi salah satu SMA di Yogyakarta, Kamis (12/2). Namun, lima tersangka di antaranya berhasil diamankan polisi beberapa waktu yang lalu.

"Status mereka menjadi DPO ketika sampai dengan hari itu belum menyerahkan diri atau tertangkap. Kami menetapkan mereka dalam DPO sejak kemarin (Rabu, 25/2)," kata dia.

Ia menyebutkan nama keempat DPO tersangka penyekapan siswi asal Berbah, Kabupaten Sleman tersebut, antara lain Chandra Trisnamukti (20), Dena Titi Ratih (21), Putri Diandra (18), kemudian satu pelaku yang masih di bawah umur berinisial R (16).

"Dari empat tersangka tersebut, salah satunya, yakni RT (Ratih) merupakan aktornya, mungkin dia yang sebelumnya mempunyai masalah awal dengan korban sehingga terjadi peristiwa penyekapan dan penganiayaan," katanya.

Menurut dia, pihaknya menetapkan DPO dan sengaja mempublikasikan melalui media massa maupun dipasang di papan agar nantinya jika ada masyarakat yang melihat maupun mengetahui keberadaan tersangka bisa melaporkan ke Polres Bantul untuk ditindaklanjuti.

Kendati demikian, kata dia, dalam mempublikasikan foto pelaku penyekapan tersebut tidak seluruhnya dipasang, tetapi hanya tiga tersangka karena satu tersangka, yakni R, masih di bawah umur.

"Kalau posisi mereka jelas belum bisa kami sampaikan. Kenapa kami `share` seperti ini? Tidak lain agar mereka menyerahkan diri, atau kalau orang mengetahui lewat media bisa menghubungi kami," katanya.***2***

(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar