Mahasiswa FT UNY ciptakan sepeda listrik niaga

id uny

Mahasiswa FT UNY ciptakan sepeda listrik niaga

UNY (Foto Istimewa)

Jogja (Antara Jogja) - Tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta menciptakan sepeda listrik niaga yang dilengkapi bak berukuran 100x90 centimeter, dan tinggi 30 centimeter.

"Sepeda itu dirancang khusus untuk pedagang dengan menggunakan energi listrik, sehingga ramah lingkungan," kata Koordinator Tim Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Bagus Tri Sugiarto di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, sepeda listrik niaga hasil kreasi dan inovasi terbaru itu merupakan salah satu proyek kerja sama Pusat Pemberdayaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi FT UNY dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek).

"Produksi sepeda itu bermula dari tawaran Kemristek untuk memanfaatkan sebuah gardan dari Tiongkok yang tidak terpakai," katanya.

Ia mengatakan Kemristek mempunyai gardan dari Tiongkok yang masih berada di Bea Cukai dan bingung mau dimanfaatkan untuk apa sehingga ditawarkan ke UNY untuk dijadikan sepeda niaga.

"Kami langsung mengerjakan tawaran tersebut sesuai kompetensi. Ada yang mengerjakan bodi, bak, kontrol sepeda hingga pembuatan transmisi," katanya.

Menurut dia, selain mengusung konsep epeda niaga, tim juga menitikberatkan pada kemampuan membawa muatan berat di tempat yang sempit.

Kapasitas muat sepeda listrik itu mencapai 500 kilogram dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. Baterai bertenaga 48 volt 32 Ah yang mampu bertahan sampai 60 kilometer.

Ia mengatakan melihat besaran kapasitas tersebut pihaknya optimidtis sepeda itu mampu memberi kontribusi terhadap pedagang dalam segi transportasi.

Saat ini, kata dia, pengisian baterai masih menggunakan sistem manual yakni menggunakan "charger" laptop selama selama 3-4 jam.

"Namun, kami berencana mengembangkan sistem `recharging` agar lebih efisien sehingga bisa dilakukan pengisian sembari sepeda digunakan," katanya.

Anggota Tim Mahasiswa FT UNY itu antara lain Johan Ferdian, M Klidah, Ali Murtadho, Arif Nugroho, Teguh Arifin, dan Taufik Wisnu dengan dosen pembimbing Mujiyono dan Didik Nurdiyanto.

(B015)
Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar