Logo Header Antaranews Jogja

Lapas Wirogunan tenangkan terpidana mati Mary Jane

Senin, 30 Maret 2015 16:48 WIB
Image Print

Yogyakarta (Antara jogja) - Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Wirogunan Yogyakarta berusaha menenangkan kondisi kejiwaan terpidana mati kasus narkotika, Mary Jane Fiesta Veloso setelah warga negara Filipina itu mengetahui dirinya akan segera dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan Yogyakarta, Zaenal Arifin di Yogyakarta, Senin, mengatakan, kondisi Mary Jane tertekan setelah dia tau dari pemberitaan di media bahwa peninjauan kembali (PK) yang diajukannya ditolak oleh Kejaksaan Agung.

"Ya wajarlah kalau tertekan, meskipun sekarang sudah agak kondusif. Dia diberitahu keluarganya kalau PK-nya ditolak. Keluarganya tahu informasi itu dari pemberitaan di media," kata Zaenal.

Menurut Zaenal, untuk menenangkan kondisi psikologis Mary, dirinya mencoba meyakinkan bahwa pihak Lapas Wirogunan sampai saat ini belum menerima surat resmi dari Kejaksaan Agung mengenai penolakan PK, maupun ikhwal penjemputan warga negara Filipina itu ke Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya tidak berani mengatakan itu. Saya selalu meyakinkan bahwa masih sebatas berita di media dan kami belum menerima surat apapun dari pusat," kata dia.

Menurut Zaenal pengawalan ruang tahanan Mary kondisinya sama dengan pengawalan narapidana lainnya. Namun, pemantauan terhadap kondisi terpidana mati itu menurut Zaenal dilakukan secara intensif selama 24 jam.

"Sementara untuk makanan tidak diperkenankan dari luar. Makanan cukup yang kami berikan dari Lapas saja," kata dia.

Pada Jumat (27/3), Kejaksaan Agung menyatakan terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, segera dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta, ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan di Cilacap, setelah Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali yang kedua kalinya.

Namun, Kejaksaan Agung masih menunggu hasil putusan permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan tiga terpidana
L007



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026