
Sleman segera kenalkan salak jenis baru

Sleman (Antara Jogja) - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana mengenalkan komoditas salak unggulan jenis baru yang akan melengkapi salak "Pondoh Super" yang lebih dulu dikenal di pasaran.
"Komoditas salak jenis baru ini yakni `Salak Madu Probo` yang saat ini dalam proses pengurusan label hak paten di Kementerian Pertanian," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman Edi Srihamarmanta, Senin.
Menurut dia, Salak Madu Probo ini sudah dikembangkan sekitar 2003, oleh seorang warga bernama Probo, di Dusun Soko, Desa Merdikorejo, Kecamatan Sleman.
"Yang mengembangkan jenis salak baru ini awalnya dulu Pak Probo, kemudian karena rasanya yang manis jenis salak ini diberi nama Madu Probo," ungkapnya.
Ia mengatakan, salak Madu Probo tersebut, beberapa waktu lalu telah diajukan legalitasnya ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan label, kalau Salak Madu Probo ini merupakan komoditas asli asal Sleman.
"Kami tunggu, mungkin Juni nanti sudah keluar labelnya, dan langsung akan kami kembangkan dan promosikan," tuturnya.
Edi mengatakan, setelah sah mendapatkan label tersebut, maka Kabupaten Sleman mempunyai dua jenis salak yang sudah dipatenkan yaitu salak Pondoh Super dan Madu Probo.
"Kalau sudah mempunyai hak paten seperti ini kan lebih aman, dan memiliki kekuatan hukum," ujarnya.
Ia mengatakan, salak jenis Madu Probo ini memang belum terlalu banyak dikembangkan petani. Dari jumlah luasan keseluruhan lahan Salak di Sleman sekitar 2.500 hektare, baru puluhan hektare saja yang ada.
"Saat ini memang belum banyak, nanti setelah paten keluar baru akan lebih dikembangkan," ucapnya.
Perbedaan dengan jenis Pondoh Super, kata dia salak Madu Probo lebih pada kulitnya yang bagus. Sementara untuk rasa, hampir sama.
"Penampilannya lebih bagus, dan sedikit halus rasanya," tukasnya.
Ia mengatakan, pengembangkan Salak Madu Probo ini terus dilakukan. Sebab, saat ini petani setempat masih mengalami kesulitan.
"Seperti kulitnya yang mudah pecah. Ini karena terlalu banyak diberi pupuk NPK. Harus dikurangi pupuk NPK dan lebih ditambah pupuk organik. Karena kuncinya untuk menghasilkan kualitas buah yang bagus, harus lebih banyak pupuk organiknya," paparnya.
Selain perbedaan dari rasa dan penampakannya, menurut dia, Salak Madu Probo di pasaran lebih mahal dibandingkan Pondoh Super.
"Jika Pondoh Super kisaran Rp5.000 per kilogram, untuk komoditas baru ini Rp8.000," katanya.
V001
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
