Logo Header Antaranews Jogja

Disparbud godok penguatan potensi seni budaya wilayah

Selasa, 28 April 2015 18:24 WIB
Image Print
Salah satu seni budaya di Kabupaten Bantul, DIY (Foto ANTARA/Wahyu Putro)

Yogyakarta (Antara) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta menggodok konsep penguatan potensi seni dan budaya wilayah sehingga lebih mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.

"Setiap wilayah memiliki potensi seni dan budaya yang banyak. Namun, perlu penguatan agar potensi yang ada bisa semakin berkembang dan menjadi ciri khas Yogyakarta," kata Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, salah satu konsep yang akan diusung dalam pengembangan potensi seni dan budaya tersebut adalah melibatkan ahli untuk melihat secara langsung karakter seni dan budaya yang ada di wilayah.

Penilaian dari tim ahli tersebut akan menjadi dasar rencana aksi untuk mengembangkan potensi seni dan budaya di wilayah. "Ada keterlibatan dari orang yang mampu melihat potensi yang sebenarnya bisa dikembangkan oleh suatu wilayah," katanya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, lanjut dia, akan membantu dalam pengemasannya sehingga atraksi seni dan budaya yang ditampilkan memiliki nilai jual dan mampu menarik minat wisatawan.

"Harapannya, muncul potensi seni dan budaya dengan karakter kuat yang mampu menjadi tontonan sekaligus tuntunan," katanya.

Potensi seni dan budaya dari wilayah, lanjut dia, kemudian bisa ditampilkan dalam beragam kegiatan seperti karnaval budaya yang biasanya banyak dilakukan saat musim libur atau menjelang akhir tahun.

"Bisa juga ada sebuah kegiatan khusus untuk menampilkan potensi seni dan budaya wilayah seperti yang pernah dilakukan yaitu Jogja Java Carnival. Namun, kami masih harus membahas hal ini dengan kepala daerah," katanya.

Yetti menyebut, usulan untuk menguatkan potensi seni dan budaya wilayah tersebut berasal dari Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono saat memimpin rombongan karnaval untuk memeriahkan perhelatan Konferensi Asia Afrika di Bandung belum lama ini.

Kontingen Kota Yogyakarta yang menampilkan peragaan busana batik memperoleh sambutan dan apresiasi dari peserta karnaval yang juga berasal dari negara peserta konferensi.

Batik yang diperagakan dalam karnaval tersebut memiliki motif Tugu yang menjadi ikon Kota Yogyakarta dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang menjadi simbol budaya dan kearifan lokal warga Yogyakarta.

"Banyak yang kagum dengan batik yang dikenakan rombongan. Peserta karnaval dari Yogyakarta pun banyak dimintai foto `selfie` oleh peserta karvawal lainnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono optimistis bahwa masyarakat di wilayah memiliki potensi seni dan budaya yang bisa diangkat.

"Keragaman seni dan budaya itu pasti ada dan menarik jika bisa diangkat. Harapannya, semakin banyak wisatawan yang datang untuk melihatnya," katanya.

(E013)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026