Sultan dorong pengembangan wisata hutan pinus Mangunan

id sultan

Sri Sultan Hamengku Buwono X di kawasan hutan pinus mangunan Bantul (Foto Hery Sidiq/ags/15)

Bantul (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong masyarakat mengembangkan wisata kawasan hutan pinus di Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, agar objek itu makin menarik dikunjungi turis.

"Monggo (silakan) masyarakat dikoordinasikan apakah sekadar untuk pengembangan desa wisata hutan atau memang ada aktivitas lainnya," kata Gubernur di sela peresmian Hutan Lindung Pinus Desa Mangunan, Bantul, Kamis.

Pernyataan Sultan tersebut juga menanggapi kehendak masyarakat Desa Mangunan yang ingin terus melestarikan dan mengembangkan Hutan Pinus Mangunan, sebagai salah satu kawasan wisata di Bantul dan ikon wisata di DIY.

Oleh sebab itu, Sultan meminta kepala desa setempat segera mengumpulkan seluruh warga termasuk melakukan pendataan warga kelas menengah maupun yang kurang beruntung, agar nantinya bisa terlibat dalam pengembangan kawasan wisata.

"Saya kembalikan ke pak lurah, dan silakan kumpulkan warga untuk berembug bersama, saya ingin tahu perencanaannya seperti apa, yang penting nanti bisa membuat masyarakat maju dan sejahtera," kata Sultan.

Sultan mengatakan, pihaknya memberikan waktu sekitar satu hingga dua bulan kepada lurah setempat untuk menyusun perencanaan pengembangan wisata Mangunan, kemudian menyampaikan ke Gubernur untuk mendapatkan bantuan biaya.

"Harus jelas juga yang rembugan berapa orang, apa yang akan dikembangkan, kami minta agar cepat disampaikan, karena kalau tidak bantuan Gubernur saya pakai untuk yang lain, satu atau dua bulan lagi silakan undang saya," katanya.

Sultan juga meminta nantinya masyarakat Desa Mangunan membentuk koperasi guna memudahkan koordinasi dengan pengelolaan kawasan Hutan Pinus.

"Silakan buat koperasi, tapi jangan ada hotel di sini (Mangunan), namun bila nanti ada warga yang punya kamar sisa bisa untuk home stay, sementara jika ingin menambah kamar bisa melalui koperasi," katanya. 
KR-HRI
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar