
Petani ikan Sleman kembangkan wisata perikanan

Sleman (Antara Jogja) - Petani ikan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengembangkan usaha dengan menjadikan kawasan perikanan sebagai objek wisata terutama wisata kuliner.
"Saat ini para pembudidaya ikan sudah secara bertahap melakukan pengembangan, seperti membuat suatu tempat yang bisa untuk beristirahat bagi pengunjung yang datang. Selain menikmati kuliner, pengunjung juga bisa melihat cara budi daya maupun berburu ikan langsung ke kolam," kata Ketua Petani Ikan Mina Ngremboko Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Saptono di Sleman, Minggu.
Menurut dia, pengembangan lain yang dilakukan adalah menambah kolam khusus yang tidak dalam dan diisi beberapa ikan berukuran besar yang diperuntukkan untuk anak-anak yang tertarik menangkap ikan langsung dari kolamnya.
"Anak-anak nanti bisa menangkap ikan sendiri. Dengan demikian, bisa menarik orang tuanya untuk membeli ikan langsung," katanya.
Selain itu, kata dia, pengolahan ikan dalam berbagai jenis masakan juga terus dikembangkan.
"Tidak hanya untuk dikonsumsi saja, tetapi sisik ikan juga bisa dijadikan souvenir," katanya.
Saptono mengatakan saat ini sudah ada wisatawan yang sengaja datang berkunjung ke Bokesan, baik hanya sekadar melihat cara budi dayanya maupun menikmati suasana perikanan di lereng Gunung Merapi.
"Sebenarnya akan lebih baik lagi jika para pelaku wisata lainnya bisa saling bekerja sama. Misalnya, para pelaku wisata lereng Merapi, baik `lava tour` maupun `Gendol adventure`," katanya.
Mereka dapat memanfaatkan tempat budi daya ini untuk menjadi lokasi singgah bagi wisatawannya. Wisatawan juga bisa beristirahat di pinggir kolam, bakar ikan pun bisa.
"Bagi-bagi rezeki dan saling mendukung. Kami siap untuk bekerja sama," katanya.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Suparmono mengatakan banyak pembudidaya ikan yang mulai mengembangkan lahannya untuk dijadikan tempat wisata.
"Wisata pada budi daya ikan ini dapat ditemui di lain tempat seperti Kalasan maupun di Sleman bagian barat. Namun, masih belum sebesar Bokesan," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
