
Pengembangan petani perikanan Sleman berbasis kelompok

Sleman, (Antara Jogja) - Pengelolaan kawasan perikanan dengan pengembangan budidaya perikanan dan pembinaan petani ikan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini dilakukan dengan sistem kelompok.
"Melalui sistem kelompok ini diharapkan pelaksanaan transfer pengetahunan dan transfer teknologi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien," kata Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi pada Temu Lapang Petani di Pokdapan Mina Murakabi Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Kamis.
Menurut dia, tingginya animo masyarakat di Kabupaten Sleman untuk ikut serta dalam kelompok pengelola perikanan, dapat dilihat dari peningkatan yang terjadi tiap tahunnta, tercatat hingga saat ini terdapat 552 kelompok.
"Dengan meningkatnya kelompok pengelola perikanan membuat produksi perikanan di Kabupaten Sleman juga meningkat, yakni pada 2013 sebesar 25.883 ton meningkat menjadi 31.120 ton pada 2014," katanya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman selalu berupaya untuk memberikan dukungan dalam pelaksanaan program dan kegiatan di bidang ini.
"Seperti dukungan dalam bentuk alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sleman, selain itu dukungan alokasi anggaran juga dikucurkan Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kemernterian Kelautan dan Perikanan untuk program Pengelolaan Sumberdaya perikanan, yang salah satu kegiatannya adalah Percontohan Budidaya Ikan dengan Padi/Mina Padi dan Percontohan Budidaya Nila," katanya.
Gatot mengatakan, data yang ada, tercatat pada 2014 sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak yaitu mencapai 23,56 persen dari jumlah penduduk Sleman yang mencapai 1.062.801 jiwa.
"Sektor pertanian juga menjadi penyumbang PDRB primer terbesar di Kabupaten Sleman yaitu sebesar 12,59 persen pada 2014. Hal ini didukung dengan luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman yang mencapai 22.233 hektare, dimana didalamnya termasuk areal perikanan seluas 874,85 ha atau sebesar 3,9 persen," katanya.
Ia mengatakan, besarnya potensi di sektor perikanan Kabupaten Sleman juga dapat terlihat dari peningkatan benih ikan yang dihasilkan yakni sebesar 997.881.400 ekor pada 2014, sehingga Sleman mampu menyumbang 80 persen dari kebutuhan benih ikan di DIY dan 55 persen untuk kebutuhan konsumsi di DIY.
"Hingga saat ini sektor pertanian yang mencakup sektor perikanan masih menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sleman, hal tersebut dapat dilihat dari masih tingginya masyarakat kabupaten Sleman yang masih menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pertanian," katanya.
Ketua Kelompok Minapadi Murakabi Timbul Prasetyo mengatakan, lahan pertanian yang dikelola kelompok dengan luas 1.000 meter persegi.
"Ini akan menghasilkan gabah/padi 8 hingga 9 kuintal gabah per hektare dan ditaburi benih ikan nila 6,5 kilogram akan mengasilkan panen ikan nila sebesar lima kuintal. Dengan pola mina padi ikan nila ini memberikan nilai tambah penghasilan bagi para petani, karena pada saat ini pasar untuk ikan nila banyak diminati masyarakat," katanya.***1***Budi suyanto
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
