Kader BKS Kota Yogyakarta didominasi lansia

id keluarga

Yogyakarta (Antara Jogja) - Kader Bina Keluarga Sejahtera di Kota Yogyakarta didominasi oleh warga yang sudah lanjut usia karena sulitnya regenerasi dan banyaknya warga berusia muda disibukkan dengan karier atau pekerjaan.

"Warga yang biasanya bisa menjadi kader memang warga yang sudah berusia lanjut atau warga yang tidak memiliki tanggungan pekerjaan. Proses kaderisasi memang sulit," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Keluarga Berencana (KB) Kota Yogyakarta Herristanti di sela Jambore Kader Bina Keluarga Sejahtera (BKS) di Yogyakarta, Selasa.

Meskipun didominasi warga berusia lanjut, namun Herristanti mengatakan pihaknya selalu mengupayakan program pembekalan sehingga pengetahuan dan informasi yang dimiliki kader semakin luas.

Kader bina keluarga sejahtera terdiri dari kader bina keluarga balita (BKB) sekitar 244 kelompok, bina keluarga lansia (BKL) sebanyak 105 kelompok dan puluhan kelompok untuk kader bina keluarga remaja (BKR).

"Jumlah kader memang perlu ditambah. Tetapi untuk menambahnya kami mengalami kesulitan. Harapannya, di tiap RW memiliki kader," katanya.

Sejumlah tugas yang diemban kader di antaranya adalah mendukung program keluarga berencana (KB) khususnya untuk kader BKB. Sampai saat ini, peserta KB di Kota Yogyakarta mencapai 77,1 persen dari sekitar 45.000 total pasangan usia subur (PUS).

Sedangkan jumlah unmet need berkurang hingga 9,36 persen dari sebelumnya yang mencapai sekitar 11 persen.

"Kader BKB juga memiliki target jumlah keluarga sasaran yang menjadi peserta KB aktif," katanya.

Sementara itu, guna mendukung keberhasilan program bina keluarga sejahtera akan dilakukan pembekalan dan pemberian dana operasional kelompok mulai 2016.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, kader bina keluarga sejahtera memiliki peran penting dalam penguatan keluarga sebagai awal pendidikan karakter untuk anak.

"Pendidikan itu dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, diperlukan keluarga yang rukun, tenteram sehingga bisa menumbuhkan anak-anak yang berkarakter. Anak adalah generasi penerus bangsa," katanya.

(E013)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar