
Rumah korban Merapi dijadikan wisata minat khusus

Sleman (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkaji kemungkinan rumah-rumah di Dusun Bakalan, Argomulyo, Cangkringan, yang terdampak erupsi Gunung Merapi 2010 dijadikan tempat wisata minat khusus.
"Wisata minat khusus ini akan dengan menampilkan cerita, layaknya Museum Gempa Kobe, Jepang," kata Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Disbudpar Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Sabtu.
Menurut dia, ada hal menarik dari rumah-rumah warga yang sudah tidak tak ditinggali oleh pemiliknya pascaerupsi Merapi.
"Dengan diberi sedikit sentuhan, bisa dijadikan wisata minat khusus. Daya tariknya dari ceritanya. Sedikit diberi kreasi, akan menjadi wisata minat khusus," katanya.
Ia mengatakan, penggarapan rumah-rumah warga tersebut akan mengadopsi Museum Gempa Kobe, Jepang, namun tanpa pembangunan fisik karena wilayahnya termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi yang dilarang membangun fasilitas atau infrastruktur.
"Hanya sentuhan-sentuhan kecil untuk penataan kawasannya. Kemudian ditambahkan suatu `tetenger` (penanda) terjadinya erupsi Merapi 2010," katanya.
Shavitri mengatakan, penataan ini masih belum bisa dipastikan kapan selesai dan mulai dinikmati oleh pengunjung. Karena membutuhkan proses yang cukup panjang.
"Sekarang masih penyelesaian tanahnya. Masih dibutuhkan proses yang panjang," katanya.
Di wilayah yang masuk dalam KRB III, memang banyak rumah-rumah warga yang sudah tidak ditinggali akibat bencana Merapi 2010. Kondisinya pun sudah tak terawat lagi, karena pemiliknya direlokasi ke tempat-tempat yang aman, di beberapa hunian tetap (huntap) di KRB II maupun I.
Camat Cangkringan Edi Harmana, mengatakan di daerah Dusun Bakalan tersebut memang kedepannya di akan dibuat suatu objek wisata.
"Pemda Sleman nanti yang menggarapnya. Di sekitar Dusun Bakalan tersebut memang ada suatu kawasan sebagai tempat pemberhentian Jeep Lava Tour. Namun, masih sebatas dikelola oleh masyarakat setempat saja. Belum ada campur tangan dari pemerintah," katanya.
V001
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
