
DKP: jumlah peternak ikan Gunung Kidul turun

Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pembudi daya atau peternak ikan di daerah itu turun hingga mencapai 50 persen dari 9.884 kelapa keluarga, akibat kekurangan air.
Kepala Seksi (Kasi) Perikanan Budi Daya pada DKP Gunung Kidul Akhmad Sofi di Gunung Kidul, Senin, mengatakan setiap musim kemarau, pembudi daya ikan berhenti sementara karena mereka kesulitan mendapatkan air.
"Total pembudi daya ikan di Gunung Kidul mencapai 9.884 kepala keluarga, tapi pada musim kemarau ini, jumlahnya menurun hingga 50 persen," kata Akhmad.
Ia mengatakan el nino sangat berdampak kepada sektor budi daya perikanan. Mereka yang masih bertahan biasanya lokasi budi daya dekat sungai atau sumber mata air.
"Pembudi daya ikan yang bertahan biasanya mengurangi jumlahnya dan mereka hanya memelihara ikan yang tidak membutuhkan air banyak seperti nila dan lele," katanya.
Namun demikian, penurunan produksi tidak mempengaruhi ketersediaan ikan lele untuk konsumsi. Pemilik warung makan biasanya mendatangkan ikan dari Klaten dan Sleman.
"Sejauh ini, kebutuhan ikan konsumsi tidak ada persoalan. Mereka membeli ikan dari daerah yang tidak terpengaruh oleh musim," katanya.
Akhmad mengatakan Gunung Kidul mengembangkan kawasan mina politan yang dipusatkan di Kecamatan Playen. Setiap rumah memelihara lele atau nila. Kemudian kawasan pendukung tersebar di 17 kecamatan dan paling besar di Kecamatan Ponjong.
"Setiap kecamatan didorong melakukan pendampingan masyarakat dalam membudidayakan ikan, dalam rangka mendongkrak pendapatan keluarga," katanya.***1***
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
