Logo Header Antaranews Jogja

DIY perketat pengawasan masuknya daging sapi impor

Selasa, 15 September 2015 21:17 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta memperketat pengawasan masuknya daging sapi impor ke pasaran menjelang Idul Adha 2015.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sutarno di Yogyakarta, Selasa, mengatakan peningkatan pengawasan itu dilakukan bersama dengan petugas penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) di lima kabupaten/kota.

"Hingga mendekati hari raya Idul Adha pengawasan ditingkatkan, karena kemungkinan masuknya daging sapi impor lebih besar," kata dia.

Menurut Sutarno, sebelumnya pihaknya telah mengimbau para pedagang daging sapi tidak menjual daging sapi bakalan impor di pasar tradisional, sebab dapat merusak harga sapi lokal.

Apalagi, menurut dia, tanpa dipasok sapi impor, populasi sapi yang ada di DIY mencapai 322.750 ekor, masih mampu mencukupi kebutuhan harian masyarakat maupun pengusaha makanan.

Sehingga, rata-rata setiap rumah pemotongan hewan (RPH) yang ada di Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta memotong sebanyak 1.500-2.000 ekor sapi per bulan. Sedangkan kebutuhan konsumsi daging sapi masyarakat masih di bawah angka tersebut.

Menurut dia, Dinas Pertanian melalui Tim Monitoring Daging Sapi bersama petugas PPNS akan memberikan rekomendasi langsung ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk memberikan sanksi kepada pihak pemasok daging impor. "Karena kan sudah ada aturan kalau daging sapi impor seharusnya cukup dijual di Jabodetabek saja tidak untuk ke daerah," kata dia.

(L007)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026